Bangun Rumah Rp1,76 Triliun Selama 8 Tahun, Zuckerberg Bagikan Headphone dan Donat ke Tetangga yang Protes

Jum'at, 26 Desember 2025 - 14:10 WIB
Warga mengeluhkan ketidakhadiran pemilik (absentee ownership), barikade privasi yang kaku, serta kehadiran keamanan yang berlebihan, termasuk kamera pengintai yang mengarah ke properti tetangga dan patroli rutin penjaga keamanan swasta.

Kritik tajam juga mengarah pada aspek etis pemanfaatan lahan. Di tengah krisis perumahan akut yang melanda California, beberapa properti yang dibeli Zuckerberg justru dibiarkan kosong tak berpenghuni.

Bahkan, sempat ada upaya pemanfaatan properti untuk sekolah privat bagi anak-anak Zuckerberg dan segelintir lainnya, penggunaan yang tampaknya menabrak peraturan zonasi setempat.

Juru bicara Mark Zuckerberg membela diri dengan menyatakan kepada Fortune bahwa keluarga tersebut telah menjadikan Palo Alto rumah mereka selama lebih dari satu dekade dan menghargai keanggotaan mereka dalam komunitas, serta telah mengambil langkah-langkah "di atas dan melampaui persyaratan lokal" untuk menghindari gangguan.

Namun, rekam jejak menunjukkan pola yang berbeda. Pada 2016, pejabat Palo Alto pernah menolak proposal Zuckerberg untuk merobohkan empat rumah dan menggantinya dengan struktur yang lebih kecil demi basemen raksasa.

Meski ditolak, Zuckerberg menyiasatinya dengan melakukan renovasi secara bertahap, strategi yang oleh Dewan Kota Palo Alto dan warga dinilai sebagai eksploitasi celah zonasi.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!