Airbus Berniat Tak Menggunakan AWS, Google, dan Microsoft pada Sistem Navigasi

Selasa, 23 Desember 2025 - 09:08 WIB
Sistem yang dianggap kritis meliputi Perencanaan Sumber Daya Perusahaan (ERP), manufaktur, Manajemen Hubungan Pelanggan (CRM), dan desain pesawat terbang, yang dipindahkan ke sistem cloud berdaulat yang dioperasikan oleh perusahaan-perusahaan Eropa.

Langkah ini diambil karena data nasional dan Eropa yang sensitif harus berada di bawah kendali Eropa.

Keputusan ini diambil setelah pemerintahan Trump berulang kali memperingatkan Uni Eropa tentang tindakannya untuk menjatuhkan denda kepada perusahaan teknologi seperti Apple, Google, dan Meta selama tiga tahun terakhir.

Kasus terbaru melibatkan Kepala Jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) yang kehilangan akses ke akun Microsoft-nya setelah dikenai sanksi oleh AS, menyusul penyelidikan atas dugaan kejahatan perang dan genosida yang dilakukan Israel terhadap Palestina.

Di luar Eropa, AS juga telah memblokir Huawei untuk menggunakan Google Mobile Services (GMS) dan lisensi perangkat lunak Microsoft pada produk-produknya, sebagai tekanan terhadap China dalam negosiasi perdagangan yang belum selesai.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!