Kalahkan Aramco, SpaceX Bidik IPO Terbesar Sepanjang Sejarah dengan Valuasi Rp23.850 Triliun!
Sabtu, 13 Desember 2025 - 13:13 WIB
Valuasi Melambung: Menyalip OpenAI di Tikungan
Kabar ini muncul beriringan dengan laporan penjualan saham sekunder internal (insider share sale) yang baru-baru ini disetujui, di mana valuasi perusahaan dipatok pada angka USD800 miliar (Rp12.720 triliun).Lonjakan nilai ini sangat dramatis, mengingat beberapa bulan sebelumnya SpaceX "hanya" bernilai sekitar USD400 miliar dalam transaksi privat.
Dengan valuasi USD800 miliar, SpaceX sudah berhasil merebut kembali mahkota sebagai perusahaan privat paling bernilai di Amerika, menyalip OpenAI—pembuat ChatGPT—yang valuasinya berada di kisaran USD500 miliar.
Penjualan saham sekunder ini memungkinkan karyawan menjual saham mereka di harga USD420 per lembar (Rp6,6 juta), memberikan likuiditas bagi para pegawai setia tanpa perlu menunggu IPO resmi.
Pertaruhan "Space Infrastructure"
Strategi IPO ini menandai pergeseran arah yang signifikan. Sebelumnya, rumor yang beredar kencang adalah SpaceX akan memisahkan (spin-off) bisnis internet satelitnya, Starlink, untuk melantai di bursa sendirian. Starlink memang menjadi mesin uang yang "seksi" bagi investor, dengan pendapatan tahunan (run rate) yang diprediksi mencapai USD12 miliar (Rp190 triliun) dari jutaan pelanggan global.Namun, rencana terbaru mengindikasikan bahwa Musk ingin menjual paket lengkap "infrastruktur luar angkasa".
Lihat Juga :