Alarm Bahaya dari Intellexa Leaks: Ketika Iklan Digital Menjadi Pintu Masuk Mata-Mata Asing ke Gawai Anda

Jum'at, 12 Desember 2025 - 18:07 WIB
Tanpa perlu mengklik tautan berbahaya, perangkat pengguna dapat terinfeksi hanya melalui jaringan periklanan yang telah disusupi.

Ancaman yang kita hadapi direncanakan, terus-menerus, dan tertanam di seluruh rantai nilai digital," ujar Marek Bialoglowy, Chief Technology Officer (CTO) PT ITSEC Asia Tbk.

Indonesia dalam Radar

Sebagai salah satu negara dengan ekonomi digital terbesar di kawasan Asia Pasifik (APAC), Indonesia berada dalam posisi rentan.

Marek menekankan bahwa pengungkapan kasus spyware global ini harus dipandang sebagai peringatan dini (early warning), bukan sekadar berita mancanegara.

"Kita adalah pasar digital besar, mengelola pemilu berskala luas, dan memiliki proyek strategis nasional yang menarik bagi banyak kepentingan," jelas Marek.

Ia menambahkan, jika aktor mercenary spyware mampu menargetkan jurnalis dan pembela HAM di yurisdiksi lain, naif untuk berasumsi bahwa Indonesia akan sepenuhnya terhindar.

Permukaan serangan pun semakin beragam, mulai dari injeksi ancaman pada operator telekomunikasi dan penyedia jasa internet (ISP), hingga eksploitasi peramban (browser).

Lebih jauh, isu ini menyentuh aspek kedaulatan data. Dalam beberapa investigasi, vendor spyware komersial diduga mempertahankan akses jarak jauh terhadap sistem pelanggan mereka.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!