Ada Peluang Fintech Bantu Para Pekerja Independen Atasi COVID-19
Senin, 14 September 2020 - 22:39 WIB
Pekerjaan yang memerlukan interaksi tatap muka lebih terkena dampaknya. Ada 71% penyedia layanan kesehatan di rumah, 65% pengemudi ojol, dan 55% pengemudi pengiriman telah kehilangan penghasilan. Penjual online dan pekerja rumah tangga lainnya, seperti asisten rumah tangga, tidak terlalu terkena dampaknya.
Laporan menunjukkan bahwa pria dan wanita sama terpengaruhnya oleh penurunan ekonomi akibat COVID-19 di Indonesia. Di negara-negara lain yang disurvei sebagai bagian dari seri The Digital Hustle, kaum wanita lebih terkena dampaknya.
Pekerja independen di kota-kota besar paling terkena dampaknya. Sebanyak 63% responden kehilangan penghasilan, dibandingkan 49% di kota-kota yang lebih kecil.
Pekerja independen Indonesia hidup dalam tekanan. Hampir 60% responden mengatakan mereka kehilangan sumber penghasilan utamanya. Mereka tidak akan dapat mencukupi pengeluaran rumah tangganya dalam satu bulan tanpa meminjam uang.
“Dalam penurunan ekonomi akibat pandemik COVID-19, pekerja independen atau gig worker telah secara signifikan terkena dampaknya dan mereka tetap rentan mengalami kesulitan dalam hal finansial,” kata Tilman Ehrbeck, Managing Partner Flourish.
Dikatakan, ekonomi dengan sistem pekerja independen memungkinkan jutaan pekerja dalam sektor informal Indonesia, yang secara historis kurang diperhatikan oleh industri finansial, meresmikan mata pencaharian mereka dan menjadi lebih terhubung ke keuangan digital.
"Kami melakukan riset ini untuk memahami bagaimana perusahaan fintech dapat dengan lebih baik melayani para pekerja independen ini, serta individu dan usaha kecil yang rentan mengalami kesulitan, selama krisis ini dan di masa mendatang,” tuturnya.
Cara Baru Mengatasi Dampak Pandemik
Laporan menunjukkan bahwa pria dan wanita sama terpengaruhnya oleh penurunan ekonomi akibat COVID-19 di Indonesia. Di negara-negara lain yang disurvei sebagai bagian dari seri The Digital Hustle, kaum wanita lebih terkena dampaknya.
Pekerja independen di kota-kota besar paling terkena dampaknya. Sebanyak 63% responden kehilangan penghasilan, dibandingkan 49% di kota-kota yang lebih kecil.
Pekerja independen Indonesia hidup dalam tekanan. Hampir 60% responden mengatakan mereka kehilangan sumber penghasilan utamanya. Mereka tidak akan dapat mencukupi pengeluaran rumah tangganya dalam satu bulan tanpa meminjam uang.
“Dalam penurunan ekonomi akibat pandemik COVID-19, pekerja independen atau gig worker telah secara signifikan terkena dampaknya dan mereka tetap rentan mengalami kesulitan dalam hal finansial,” kata Tilman Ehrbeck, Managing Partner Flourish.
Dikatakan, ekonomi dengan sistem pekerja independen memungkinkan jutaan pekerja dalam sektor informal Indonesia, yang secara historis kurang diperhatikan oleh industri finansial, meresmikan mata pencaharian mereka dan menjadi lebih terhubung ke keuangan digital.
"Kami melakukan riset ini untuk memahami bagaimana perusahaan fintech dapat dengan lebih baik melayani para pekerja independen ini, serta individu dan usaha kecil yang rentan mengalami kesulitan, selama krisis ini dan di masa mendatang,” tuturnya.
Cara Baru Mengatasi Dampak Pandemik
Lihat Juga :