Jago di Luar, Kalah di Kandang Sendiri? Ironi Pahit Industri Gim Indonesia yang Jarang Dibahas

Senin, 13 Oktober 2025 - 15:54 WIB
"Para peserta pameran di sini, bahkan dari tingkat pelajar pun sudah dapat bersaing dengan pasar global," ungkap Shafiq Husein, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI). "Hal ini terbukti dengan tiga gim asal Indonesia yang meraih penghargaan di Kuala Lumpur. Dari lima kategori, tiga di antaranya dimenangkan oleh kita (Indonesia)."

Kemenangan telak ini bukanlah anomali, melainkan puncak dari kualitas yang terus diasah, menjadikan produk gim sebagai salah satu komoditas ekspor kreatif paling menjanjikan dari Indonesia.

Visi Pemerintah: Menjadi Hub Digital ASEAN

Melihat potensi ekonomi yang masif, pemerintah melalui Komdigi menargetkan Indonesia menjadi "pusat industri kreatif digital di kawasan ASEAN".

Untuk mencapai visi ini, pemerintah telah meluncurkan serangkaian program dukungan, termasuk festival industri IGDX dan platform inkubasi Garuda Spark Innovation Hub yang baru diresmikan di Bandung dan Jakarta.

"Generasi muda atau Gen Z menjadi faktor penting mewujudkan cita-cita ini," tutur Meutya Hafid, menekankan peran sentral talenta muda dalam ekosistem.

Paradoks Produsen Hebat di Pasar Konsumen Raksasa

Di balik euforia kesuksesan global ini, tersimpan tantangan dan kritik fundamental bagi industri gim nasional.

Meski Indonesia mampu menghasilkan produk berkelas dunia, faktanya, pasar domestik Indonesia—yang merupakan salah satu yang terbesar di dunia—masih didominasi secara masif oleh gim-gim buatan luar negeri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!