Jurus Membual Mark Zuckerberg di Depan Investor: Tanpa Kacamata AI, Manusia di Masa Depan Akan Bodoh!
Sabtu, 20 September 2025 - 13:42 WIB
Konteks ini krusial, karena divisi yang bertanggung jawab atas pengembangan kacamata AI ini, Reality Labs, adalah "mesin pembakar uang" raksasa bagi Meta.
Pada kuartal kedua tahun ini saja, divisi tersebut merugi sebesar USD4,53 miliar (sekitar Rp72 triliun). Angka kerugian ini bahkan sedikit lebih besar dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD4,488 miliar.
Melihat angka-angka ini, pernyataan Zuckerberg terdengar seperti peringatan bagi umat manusia, kini lebih terasa seperti pidato penjualan yang putus asa.
Ia perlu meyakinkan para investor bahwa miliaran dolar yang terus "dibakar" setiap kuartal ini pada akhirnya akan membuahkan hasil, dengan cara menciptakan pasar baru di mana produknya menjadi sebuah kebutuhan.
“Karena kami telah berinvestasi dalam hal ini, saya rasa kami berada beberapa tahun di depan dalam membangun kacamata," klaim Zuckerberg, mencoba menjustifikasi investasi besar-besaran yang telah berlangsung selama "lima hingga sepuluh tahun" terakhir.
Visi Agung vs. Realitas Dangkal
Namun, apakah klaim tentang "keuntungan kognitif" ini sesuai dengan kenyataan produknya saat ini? Untuk sekarang, jawabannya adalah tidak juga.
Pada kuartal kedua tahun ini saja, divisi tersebut merugi sebesar USD4,53 miliar (sekitar Rp72 triliun). Angka kerugian ini bahkan sedikit lebih besar dari periode yang sama tahun lalu yang mencapai USD4,488 miliar.
Melihat angka-angka ini, pernyataan Zuckerberg terdengar seperti peringatan bagi umat manusia, kini lebih terasa seperti pidato penjualan yang putus asa.
Ia perlu meyakinkan para investor bahwa miliaran dolar yang terus "dibakar" setiap kuartal ini pada akhirnya akan membuahkan hasil, dengan cara menciptakan pasar baru di mana produknya menjadi sebuah kebutuhan.
“Karena kami telah berinvestasi dalam hal ini, saya rasa kami berada beberapa tahun di depan dalam membangun kacamata," klaim Zuckerberg, mencoba menjustifikasi investasi besar-besaran yang telah berlangsung selama "lima hingga sepuluh tahun" terakhir.
Visi Agung vs. Realitas Dangkal
Namun, apakah klaim tentang "keuntungan kognitif" ini sesuai dengan kenyataan produknya saat ini? Untuk sekarang, jawabannya adalah tidak juga.Lihat Juga :