Di Bawah Bayang-Bayang Tarif Trump, Apple Nekat Naikkan Harga iPhone 17 Pro
Rabu, 10 September 2025 - 10:37 WIB
Sang Bintang di Tengah Badai Ekonomi
Di tengah drama harga ini, Apple tetap butuh pahlawan untuk memikat konsumen. Pahlawan itu adalah iPhone 17 Air. CEO Tim Cook bahkan menyebutnya sebagai "lompatan terbesar yang pernah ada untuk iPhone."Dengan bodi super tipis, baterai berdensitas tinggi, dan ditenagai prosesor A19 Pro yang dahsyat, perangkat ini diposisikan sebagai bintang utama.
Tim Millet, salah satu eksekutif chip Apple, mengklaim performanya setara dengan "tingkat komputasi MacBook Pro, di dalam sebuah iPhone." Dengan harga USD999 (Rp16 juta), iPhone Air dirancang untuk menciptakan antusiasme baru yang menurut analis Paolo Pescatore akan "membawa nuansa kebaruan pada jajaran iPhone, yang telah terlihat sama untuk waktu yang terlalu lama."
Pertarungan di Balik Layar
Keputusan harga ini tidak hanya dipengaruhi oleh tarif. Ini juga merupakan respons terhadap tekanan kompetitif global dan upaya efisiensi internal. Apple secara diam-diam telah mengalihkan sebagian besar rantai pasokannya ke India untuk menghindari tarif tertinggi yang dikenakan pada barang-barang dari Tiongkok.Di sisi lain, Apple tampak berhati-hati dalam "perang AI". Analis Gadjo Sevilla dari eMarketer mencatat bahwa Apple "menghindari inti dari perlombaan senjata AI sambil memposisikan diri sebagai inovator lama di bidang perangkat keras AI."
Pada akhirnya, strategi Apple untuk lini iPhone 17 adalah sebuah langkah berani yang terkalkulasi. Reaksi pasar saham yang negatif (saham turun 1,6%) menunjukkan adanya kegelisahan investor.
Namun, Apple berhasil berjalan di atas tali, menyeimbangkan tekanan biaya dari tarif dengan kebutuhan untuk tetap kompetitif. Mereka telah menelan sebagian biaya, namun juga secara halus meminta para pengguna setianya, terutama di segmen Pro, untuk ikutberbagibeban.
(dan)
Lihat Juga :