Membedah Alasan Nadiem Makarim Memilih Chromebook yang Kini Menjeratnya

Sabtu, 06 September 2025 - 10:13 WIB
Kedua, dan ini yang paling signifikan, adalah penghematan dari lisensi sistem operasi. Chrome OS gratis, sementara lisensi Windows bisa menambah biaya Rp 1,5 juta hingga Rp 2,5 juta per unit. Untuk proyek pengadaan jutaan unit, penghematan ini bisa mencapai triliunan rupiah.

Pilar Kedua: Benteng Digital untuk Melindungi Pelajar

Ini adalah argumen yang paling menyentuh aspek sosial dan keamanan. Nadiem berulang kali menekankan bahwa keunggulan terbesar Chromebook adalah kemampuannya untuk dikelola secara terpusat oleh sekolah melalui Chrome Education Upgrade.

"Terpenting dari kajian tersebut adalah kontrol terhadap aplikasi yang bisa ada di dalam Chromebook," beber Nadiem beberapa waktu silam. "Kontrol ini (bisa) untuk melindungi murid-murid dan guru-guru kita dari pornografi, judi online, dan digunakan untuk gaming dan lain-lain."

Fitur ini memungkinkan administrator sekolah untuk memblokir situs-situs terlarang dan hanya mengizinkan aplikasi pendidikan, sebuah "benteng digital" yang tidak ditawarkan secara bawaan oleh laptop konvensional tanpa biaya tambahan.

Pilar Ketiga: Kesederhanaan

Untuk lingkungan pendidikan, terutama di tingkat dasar, kesederhanaan adalah segalanya. Chromebook dirancang untuk itu: menyala dalam hitungan detik, antarmuka yang intuitif, dan baterai yang mampu bertahan 8 hingga 12 jam—cukup untuk seharian belajar tanpa perlu mencari colokan.

Visi yang Diterjemahkan ke Spesifikasi Minimum

Visi ini kemudian diterjemahkan ke dalam spesifikasi teknis minimum untuk pengadaan, yang umumnya mencakup:

Prosesor: Intel Celeron atau setara (minimal 2 core, frekuensi ≥ 1,1 GHz)

RAM: 4 GB DDR4
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!