Di Balik Tombol Call yang Mati: 4 Negara yang Membungkam WhatsApp dan Alasan Sesungguhnya

Rabu, 03 September 2025 - 18:00 WIB
Dalih resmi yang sering digunakan, seperti di Uni Emirat Arab, adalah untuk mencegah kelompok teroris merencanakan aksi secara diam-diam.

Namun, para pengamat sepakat bahwa alasan "keamanan nasional" ini seringkali hanyalah kedok untuk tujuan yang lebih gelap: membungkam suara-suara oposisi dan memadamkan api perbedaan pendapat sebelum sempat berkobar.

Selain itu, ada dua alasan lain yang lebih pragmatis: uang dan proteksionisme. Fitur panggilan gratis WhatsApp secara langsung menggerogoti pundi-pundi perusahaan telekomunikasi lokal. Dengan memblokirnya, pemerintah melindungi pendapatan BUMN atau perusahaan kroni mereka.

Empat Kerajaan di Mana WhatsApp Dibungkam

Setidaknya ada empat negara yang secara konsisten membatasi atau memblokir total akses ke WhatsApp, masing-masing dengan alasan dan metodenya sendiri:

1. China: Sang Naga Penjaga Tembok Digital

Di balik "Tembok Api Raksasa" (Great Firewall), China telah memblokir WhatsApp sejak 2017. Alasannya berlapis: enkripsi WhatsApp dianggap sebagai ancaman bagi kemampuan pemerintah untuk melakukan sensor dan pengawasan total.

Namun, alasan yang tak kalah penting adalah proteksionisme. Dengan menyingkirkan WhatsApp, pemerintah secara efektif memaksa warganya untuk menggunakan aplikasi lokal, WeChat, yang datanya dapat diakses dan dikontrol sepenuhnya oleh negara.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!