Bukan Sekadar Jualan Laptop, Ini Cara Cerdik Acer Membangun Kerajaan di Ruang Kelas
Rabu, 27 Agustus 2025 - 21:20 WIB
Ini adalah strategi "menanam benih". Ketika seorang guru atau dosen sudah mahir menggunakan platform Acer, kemungkinan besar mereka akan merekomendasikan dan terus menggunakan ekosistem yang sama di institusi mereka.
Langkah untuk memperluas jangkauan hingga ke universitas tahun ini adalah puncak dari strategi tersebut. Dengan "mengunci" pasar dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, Acer sedang membangun sebuah jalur loyalitas pelanggan yang akan bertahan seumur hidup.
Kredibilitas program ini pun diperkuat dengan jajaran dewan juri kelas berat, mulai dari Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, hingga para guru besar dan pejabat kementerian seperti Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit dan Abdul Basit dari Kemenag RI.
“Penerapan deep learning dan coding AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata. Melalui Acer Edu Tech 2025, Acer berupaya menghadirkan ruang dialog yang inklusif,” tambah Riko Gunawan, Products & Solutions Director Acer Indonesia.
Pada akhirnya, di balik niat baik untuk memajukan pendidikan, program Acer ini adalah sebuah studi kasus brilian tentang bagaimana sebuah korporasi global mampu menanamkan pengaruhnya secara mendalam ke dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Pendaftaran yang dibuka dari 27 Agustus hingga 31 Oktober 2025 ini bukan hanya undangan untuk berkompetisi, tetapi juga undangan untuk masuk lebih dalam ke dalamekosistemAcer.
Langkah untuk memperluas jangkauan hingga ke universitas tahun ini adalah puncak dari strategi tersebut. Dengan "mengunci" pasar dari SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi, Acer sedang membangun sebuah jalur loyalitas pelanggan yang akan bertahan seumur hidup.
Kredibilitas program ini pun diperkuat dengan jajaran dewan juri kelas berat, mulai dari Ketua Umum PB PGRI, Prof. Dr. Unifah Rosyidi, hingga para guru besar dan pejabat kementerian seperti Prof. Dr. Ir. Richardus Eko Indrajit dan Abdul Basit dari Kemenag RI.
Pintu Masuk Bernama AI dan Coding
Momentum peluncuran ASSA 2025 ini juga dibarengi dengan seminar Acer EduTech 2025 di Yogyakarta yang fokus pada Deep Learning dan Coding AI. Ini adalah langkah cerdas untuk memposisikan Acer bukan lagi sebagai penjual laptop, melainkan sebagai pemimpin pemikiran (thought leader) di era AI.“Penerapan deep learning dan coding AI bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan nyata. Melalui Acer Edu Tech 2025, Acer berupaya menghadirkan ruang dialog yang inklusif,” tambah Riko Gunawan, Products & Solutions Director Acer Indonesia.
Pada akhirnya, di balik niat baik untuk memajukan pendidikan, program Acer ini adalah sebuah studi kasus brilian tentang bagaimana sebuah korporasi global mampu menanamkan pengaruhnya secara mendalam ke dalam sistem pendidikan di Indonesia.
Pendaftaran yang dibuka dari 27 Agustus hingga 31 Oktober 2025 ini bukan hanya undangan untuk berkompetisi, tetapi juga undangan untuk masuk lebih dalam ke dalamekosistemAcer.
(dan)
Lihat Juga :