2,5 Miliar Lebih Data Pengguna Gmail Terancam Bocor

Senin, 25 Agustus 2025 - 11:08 WIB
Mereka dapat menipu pelanggan agar menyerahkan kode masuk atau kata sandi untuk meretas akun Google korban.

Pakar keamanan siber James Knight mengatakan kepada Daily Mail: "Aktivitas kelompok peretas ini meningkat pesat.

Ada banyak kasus vishing, di mana (penipu) menelepon, menyamar sebagai Google, mengirim pesan teks untuk memaksa korban masuk atau memberikan kode akses.

"Jika Anda menerima pesan suara atau pesan teks dari Google, jangan percaya. Sembilan dari sepuluh pesan tersebut bukan dari Google."

Taktik ini dapat membuat korban tidak dapat masuk ke akun mereka sendiri atau informasi pribadi mereka dicuri.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!