Di Balik Panggung Akselerator Lintasarta, Tiga Startup Merintis Jalan Menuju Kedaulatan AI Indonesia

Rabu, 20 Agustus 2025 - 20:28 WIB
"Di wawancara.ai, kami melihat AI dapat membantu dalam proses rekrutmen dan asesmen," jelas Ikhsan kepada SindoNews lewat surel. "Misalnya, AI Interviewer kami memungkinkan perusahaan melakukan ribuan wawancara dan asesmen kandidat dalam satu hari, sesuatu yang sebelumnya dapat memakan waktu berminggu-minggu bahkan berbulan-bulan."

SQOUTS menggunakan Natural Language Processing—kemampuan komputer untuk memahami percakapan manusia—untuk menganalisis jawaban kandidat. Teknologi ini dipadukan dengan Computer Vision, yang mengajarkan mesin untuk "membaca" ekspresi wajah dan bahasa tubuh. Semua data diolah untuk memberikan insight objektif kepada tim HR, mengubah proses subjektif menjadi keputusan berbasis data.

Misi Ikhsan adalah menciptakan efisiensi radikal, membebaskan waktu manusia untuk fokus pada hal-hal yang lebih strategis.

Melinda Wardiman & Algobash: Pencarian SDM Berkualitas

Tidak jauh dari medan perang Ikhsan, Melinda Wardiman, Co-Founder Algobash.com, bertarung untuk prinsip fundamental: keadilan dan objektivitas. Jika SQOUTS berfokus pada efisiensi proses wawancara, Algobash menggali lebih dalam untuk memvalidasi kompetensi kandidat secara terukur. Kehadiran dua startup HR-tech dalam program ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan sinyal kuat bahwa sektor manajemen talenta di Indonesia sudah matang dan siap untuk didisrupsi oleh solusi AI yang terspesialisasi.

Melinda membawa perspektif pragmatis tapi penuh tanggung jawab. "AI bukanlah alat ajaib yang bisa menyelesaikan semua persoalan, melainkan teknologi yang pemanfaatannya harus diiringi dengan pemahaman yang matang," ujarnya kepada SindoNews.

Algobash menyediakan platform asesmen yang beragam, mulai tes coding, tes spreadsheet, hingga psikotes. Di sinilah AI memainkan perannya, bukan untuk menggantikan penilaian, tetapi untuk memperkuatnya.

"AI kami digunakan untuk memproses hasil penilaian dengan menetapkan parameter indikator kompetensi yang relevan dengan kebutuhan perusahaan," tambah Melinda. Dengan pendekatan ini, Algobash memastikan bahwa setiap kandidat dinilai berdasarkan kemampuan nyata mereka, bukan berdasarkan latar belakang atau kesan subjektif.

Sastya Wardani & Ovy Health: Revolusi dalam Perawatan Personal

Beralih dari dunia korporat ke ranah yang jauh lebih personal dan emosional, Sastya Wardani, CEO & Co-founder Ovy Health, memimpin sebuah revolusi di sektor yang menurutnya "sering terabaikan": kesehatan perempuan.

Medan perangnya adalah kurangnya informasi, akses terbatas, serta stigma seputar kesehatan reproduksi dan fertilitas.

"AI, khususnya generative AI, bukan sekadar tren teknologi, tapi akan menjadi fondasi baru bagi banyak sektor di Indonesia, termasuk kesehatan," kata Sastya dengan keyakinan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!