Karena Alasan Ini, Batu dari Mars di Afrika Diselidiki

Minggu, 17 Agustus 2025 - 16:35 WIB
Seorang pemburu meteorit menemukannya di Gurun Sahara pada bulan November 2023. Identitas mereka, beserta identitas pembelinya, tetap anonim.

Jurnal akademik Heritage menyebutkan batu tersebut pertama kali dijual kepada seorang pedagang internasional dan berakhir di sebuah galeri pribadi di Italia. Di sana, di Universitas Florence, sebuah tim ilmuwan menganalisisnya pada tahun 2024 untuk mempelajari lebih lanjut tentang asal-usulnya.

Di Italia, lukisan itu sempat dipamerkan kepada publik di Roma, tetapi tidak terlihat lagi di depan publik hingga baru-baru ini dilelang di New York.

Niger kemudian mengajukan pertanyaan tentang bagaimana batu itu bisa dijual dalam sebuah lelang di AS, dan bulan lalu meluncurkan penyelidikan.

Kemudian, minggu lalu, presiden negara itu, Abdourahamane Tiani, menangguhkan ekspor “batu mulia, batu semi mulia, dan meteorit ke seluruh negeri”.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!