Google Akui Gagal Total Deteksi Gempa Dahsyat 7,8 SR di Turki

Selasa, 29 Juli 2025 - 10:07 WIB
Tinjauan setelah kejadian menunjukkan bahwa jika algoritmanya berfungsi dengan baik, 10 juta peringatan darurat dapat dikirim ke populasi yang paling berisiko. Para pakar dan ilmuwan gempa bumi telah menyuarakan kekhawatiran tentang transparansi dan ketergantungan pada teknologi yang belum sepenuhnya teruji.

Profesor Harold Tobin dari Pacific Northwest Seismic Network menegaskan bahwa sistem semacam itu perlu dimintai pertanggungjawaban karena menyelamatkan nyawa.

Google menyatakan bahwa sistem AEA merupakan pelengkap sistem peringatan nasional, bukan pengganti.

Mereka berjanji untuk terus meningkatkan algoritma berdasarkan setiap peristiwa gempa bumi yang terjadi.

Insiden ini memicu perdebatan global tentang peran teknologi dalam peringatan bencana, serta perlunya sistem yang lebih efisien dan andal untuk melindungi nyawa manusia.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!