Wajah Ganda Dubai: Kota Ultra-Modern yang Mencekik Panggilan WhatsApp Demi Lindungi Raksasa Telekomunikasi

Jum'at, 18 Juli 2025 - 15:46 WIB
Mereka khawatir saluran komunikasi terenkripsi dapat disalahgunakan untuk kegiatan ilegal.

Namun, banyak pihak meyakini dalih keamanan ini hanyalah tabir asap untuk menutupi motif yang sesungguhnya: melindungi pendapatan raksasa telekomunikasi milik negara, Etisalat dan du.

Dengan memblokir layanan panggilan gratis seperti WhatsApp, pemerintah secara efektif "memaksa" warga dan pengunjung untuk menggunakan alternatif berbayar. Pengguna yang ingin melakukan panggilan video harus berlangganan aplikasi yang disetujui pemerintah seperti BOTIM atau C'ME.

Harganya tidak murah. Biaya langganannya bisa mencapai 50 Dirham (sekitar Rp210.000) per bulan untuk pengguna ponsel, dan 100 Dirham (sekitar Rp420.000) per bulan untuk pengguna internet di rumah. Sebuah biaya yang harus dikeluarkan untuk layanan yang di belahan dunia lain bisa dinikmati secara gratis.

Dampak Nyata: Jeritan Ekspatriat dan Bisnis yang Terseok

Kebijakan ini memberikan dampak langsung yang menyakitkan, terutama bagi jutaan pekerja migran dan ekspatriat yang menjadi tulang punggung perekonomian Dubai.

Bagi dunia usaha, kebijakan ini adalah ganjalan. Di kota yang membanggakan diri sebagai surga bisnis global, perusahaan justru dipersulit untuk melakukan komunikasi internasional yang efisien dan murah.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!