Berkat Demam AI, Harta Pendiri Oracle Larry Ellison Melejit Rp3.900 Triliun, Salip Kekayaan Mark Zuckerberg
Rabu, 16 Juli 2025 - 21:34 WIB
Pendiri Oracle Larry Ellison menjadi lebih kaya lagi karena tren kecerdasan buatan atau AI. Foto: ist
SILLICON VALLEY - Di tengah hiruk pikuk dunia yang tergila-gila pada Kecerdasan Buatan (AI), pergeseran tektonik terjadi di puncak piramida kekayaan global. Larry Ellison, pendiri raksasa perangkat lunak Oracle yang kini berusia 80 tahun, secara mengejutkan melesat menjadi orang terkaya kedua di dunia. Hartanya meroket hingga USD251,2 miliar, atau setara Rp3.900 triliun (kurs Rp 15.500/USD), menyalip kekayaan Mark Zuckerberg, sang pendiri Facebook (Meta).
Ini bukan sekadar cerita tentang orang kaya yang bertambah kaya. Ini adalah kisah tentang bagaimana "tsunami AI" secara brutal menulis ulang hierarki kekayaan, menempatkan para "penjual sekop" di era demam emas digital ini ke posisi puncak.
Oracle, yang sering dianggap sebagai perusahaan teknologi generasi lama, kini menjadi salah satu pemenang terbesar.
Bagaimana bisa? Jawabannya sederhana: Oracle menyediakan "listrik" dan "infrastruktur" yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan AI. Sejak ChatGPT dirilis pada November 2022, harga saham Oracle telah meroket hampir tiga kali lipat. Namun, kegilaan sesungguhnya terjadi dalam tiga bulan terakhir, di mana sahamnya melonjak lebih dari 90%.
Pemicunya adalah serangkaian kontrak komputasi awan bernilai puluhan miliar dolar (ratusan triliun Rupiah) dan kemitraan kunci, termasuk dengan OpenAI—pencipta ChatGPT—dalam proyek ambisius bernama "Stargate".
Ini bukan sekadar cerita tentang orang kaya yang bertambah kaya. Ini adalah kisah tentang bagaimana "tsunami AI" secara brutal menulis ulang hierarki kekayaan, menempatkan para "penjual sekop" di era demam emas digital ini ke posisi puncak.
Oracle, yang sering dianggap sebagai perusahaan teknologi generasi lama, kini menjadi salah satu pemenang terbesar.
Bagaimana bisa? Jawabannya sederhana: Oracle menyediakan "listrik" dan "infrastruktur" yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan-perusahaan AI. Sejak ChatGPT dirilis pada November 2022, harga saham Oracle telah meroket hampir tiga kali lipat. Namun, kegilaan sesungguhnya terjadi dalam tiga bulan terakhir, di mana sahamnya melonjak lebih dari 90%.
Pemicunya adalah serangkaian kontrak komputasi awan bernilai puluhan miliar dolar (ratusan triliun Rupiah) dan kemitraan kunci, termasuk dengan OpenAI—pencipta ChatGPT—dalam proyek ambisius bernama "Stargate".
Lihat Juga :