Ironi di Medan Perang: Predator Digital Rusia Ternyata Berotak Amerika, Ditenagai Chip Nvidia

Jum'at, 11 Juli 2025 - 10:11 WIB

Membedah 'Otak' Sang Predator

Saat sisa-sisa drone MS001 yang berhasil ditembak jatuh dibedah, para ahli menemukan jantung dari kecerdasannya: sebuah Nvidia Jetson Orin. Ini adalah superkomputer AI generatif seukuran telapak tangan yang ironisnya dijual umum seharga USD249 (sekitar Rp 4 jutaan).

Namun, jangan terkecoh dengan harganya. "Otak" murah ini memiliki kekuatan yang mengerikan:

Kekuatan Pemrosesan: Mampu melakukan 67 triliun operasi per detik (TOPS).

Arsitektur: Menggunakan GPU arsitektur Nvidia Ampere dengan Tensor Cores, dipadukan dengan CPU 6-core Arm.

Selain "otak" dari Nvidia, ditemukan juga komponen-komponen canggih lainnya seperti pencitra termal untuk operasi malam hari dan sistem GPS anti-jamming. Desainnya sendiri merupakan varian dari drone Shahed buatan Iran, menunjukkan adanya sebuah kolaborasi teknologi yang kompleks di balik layar.

Dinding Sanksi yang Bocor dan Jejak Uang

Bagaimana mungkin sebuah chip canggih buatan Amerika bisa berakhir di dalam mesin perang Rusia, di saat sanksi ekspor telah diberlakukan secara ketat sejak awal 2022? Jawabannya adalah sebuah jaringan pasar gelap global.

Para penyelundup secara cerdik melabeli ulang chip-chip ini sebagai gawai konsumen biasa, lalu mengirimkannya dalam paket-paket kecil melalui perusahaan cangkang di Hong Kong, China, Singapura, dan Turki.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!