Di Balik Layar K-Content Bizweek 2025: Saat Ratusan Triliun Rupiah Dipertaruhkan di Meja Lobi Jakarta
Sabtu, 28 Juni 2025 - 16:48 WIB
Mesin Ekonomi di Balik Gelombang Korea (Hallyu)
Kita semua tahu kekuatan Hallyu. Namun, K-Content Bizweek adalah kesempatan langka untuk mengintip "ruang mesin" di balik gelombang dahsyat tersebut. Di sinilah para raksasa konten Korea seperti CJ ENM (produser film dan drama ternama), KBS Media, dan The Pinkfong Company (pencipta Baby Shark) duduk satu meja dengan para pemain besar regional seperti MNC, Gramedia dari Indonesia, dan Astro dari Malaysia.Mereka tidak hanya datang untuk menjual lisensi. Mereka datang untuk membangun jaringan, mencari mitra produksi, dan pada akhirnya, mengukuhkan dominasi mereka di pasar yang sangat subur ini, mulai dari TV, game, webtoon, hingga animasi.
"Melalui K-Content Bizweek 2025, kami berharap dapat memperkuat ekosistem industri kreatif di Asia Tenggara dan mendorong kolaborasi lintas negara untuk menciptakan konten yang inovatif dan berdaya saing global,” ujar Mr. Lee Gi Haun, Regional Director KOCCA Indonesia, dalam pernyataan resminya.
Kolaborasi atau Dominasi? Pedang Bermata Dua bagi Industri Lokal
Di balik narasi kolaborasi yang indah, para pengamat melihat sebuah strategi yang lebih dalam. Korea Selatan tidak hanya berbagi; mereka secara aktif membentuk selera pasar sesuai dengan produk mereka. Ini adalah pedang bermata dua bagi industri kreatif lokal.Di satu sisi, ini adalah kesempatan emas. Pelaku industri di Indonesia dan Asia Tenggara bisa belajar dari standar produksi kelas dunia, mendapatkan akses ke IP yang sudah terbukti sukses, dan membuka pintu menuju pasar global.
Lihat Juga :