Satelit AS Tampilkan Dampak Kerusakan Perang Iran dan Israel
Rabu, 25 Juni 2025 - 14:16 WIB
Teheran telah berulang kali menegaskan bahwa program nuklirnya adalah untuk tujuan damai, tetapi tujuan itu dapat berubah karena pecahnya perang dengan Israel.
Dewan Syura Iran (Parlemen) sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), landasan sistem internasional yang mulai berlaku pada tahun 1970, sehingga mengakhiri kerja sama dengan IAEA.
Sebuah infografik menunjukkan bagaimana sebuah jet pembom B-2 menjatuhkan bom penghancur bunker, 14 GBU-57/B MOP.
Sebelumnya, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengklaim bahwa tujuh jet pembom B-2 menjatuhkan 14 bom GBU-57/B MOP dengan berat sekitar 13.600 kilogram, yang dirancang untuk menembus target 61 meter di bawah tanah di fasilitas seperti Fordow.
Ia mengatakan bahwa penilaian awal menemukan bahwa lokasi tersebut telah mengalami kerusakan parah, tetapi menolak berkomentar lebih rinci.
Kampanye pengeboman yang dijuluki Operasi Midnight Hammer itu juga menargetkan kompleks pengayaan uranium utama di Natanz dan Isfahan, yang merupakan lokasi pusat penelitian nuklir terbesar.
Albright, dalam sebuah posting di platform X, menilai citra satelit luar angkasa yang memperlihatkan rudal jelajah Tomahawk AS yang diduga menghancurkan fasilitas uranium di Isfahan dan dampak bom 'penghancur bunker' MOP yang menghantam Natanz.
Dewan Syura Iran (Parlemen) sedang mempertimbangkan langkah-langkah untuk menarik diri dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), landasan sistem internasional yang mulai berlaku pada tahun 1970, sehingga mengakhiri kerja sama dengan IAEA.
Sebuah infografik menunjukkan bagaimana sebuah jet pembom B-2 menjatuhkan bom penghancur bunker, 14 GBU-57/B MOP.
Sebelumnya, Ketua Kepala Staf Gabungan AS, Jenderal Dan Caine, mengklaim bahwa tujuh jet pembom B-2 menjatuhkan 14 bom GBU-57/B MOP dengan berat sekitar 13.600 kilogram, yang dirancang untuk menembus target 61 meter di bawah tanah di fasilitas seperti Fordow.
Ia mengatakan bahwa penilaian awal menemukan bahwa lokasi tersebut telah mengalami kerusakan parah, tetapi menolak berkomentar lebih rinci.
Kampanye pengeboman yang dijuluki Operasi Midnight Hammer itu juga menargetkan kompleks pengayaan uranium utama di Natanz dan Isfahan, yang merupakan lokasi pusat penelitian nuklir terbesar.
Albright, dalam sebuah posting di platform X, menilai citra satelit luar angkasa yang memperlihatkan rudal jelajah Tomahawk AS yang diduga menghancurkan fasilitas uranium di Isfahan dan dampak bom 'penghancur bunker' MOP yang menghantam Natanz.
(wbs)
Lihat Juga :