Di Bawah Tatapan Putin, Indonesia Jalin Aliansi Digital dengan Rusia: Lompatan Teknologi atau Strategi Geopolitik?

Senin, 23 Juni 2025 - 18:16 WIB
Bayangkan, tarif broadband di sana hanya berkisar Rp95.000 hingga Rp160.000 per bulan, dan telah menjangkau 92 persen populasi.

Bagi Indonesia, yang masih berjuang untuk menyediakan akses internet merata hingga ke wilayah 3T, pencapaian Rusia ini adalah sebuah "studi kasus" yang sangat menggoda.

Kolaborasi ini mencakup area-area krusial seperti pengembangan jaringan 5G, Internet of Things (IoT), hingga penguatan keamanan siber.

"Indonesia dan Rusia sepakat membentuk Sub-Komite Khusus sebagai penggerak utama program digital bersama, termasuk pelatihan SDM, pertukaran teknologi, dan inisiatif konten media kolaboratif," kata Menkomdigi Meutya Hafid dalam keterangan resminya.

Lebih dari Sekadar Kabel dan Sinyal

Perjanjian ini ternyata jauh lebih dalam dari sekadar urusan teknis. Ini adalah satu dari empat nota kesepahaman penting yang dipertukarkan di hadapan kedua kepala negara, yang juga mencakup kerja sama di bidang pendidikan tinggi, transportasi, hingga investasi. Ini adalah sebuah paket kemitraan strategis yang komprehensif.

"Diplomasi digital Indonesia kini bergerak nyata," tegas Meutya. "Kami ingin hasil konkret yang memperkuat posisi Indonesia sebagai pemain aktif dalam lanskap digital dunia."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!