Tsunami AI Ancam Jutaan Pekerja, Akademi Digital dari Bali Siapkan 10.000 Penyelamat Gratis
Jum'at, 20 Juni 2025 - 15:38 WIB
Indonesia masih butuh lebih banyak pelatihan kecerdasan buatan agar tetap relevan. Foto: Gemini
BALI - Di saat badai Kecerdasan Artifisial (AI) siap menerjang dan mengubah total lanskap pekerjaan di seluruh dunia, organisasi nirlaba Remote Skills Academy (RSA), dengan dukungan dari raksasa global seperti Google.org dan Asian Development Bank (ADB), secara resmi meluncurkan misi ambisius: memberikan pelatihan AI gratis kepada 10.000 pekerja dan pelaku UMKM di seluruh Indonesia.
Ini bukan sekadar program pelatihan biasa. Ini adalah sebuah upaya "penyelamatan" berskala nasional, sebuah pertaruhan untuk memastikan bahwa di tengah revolusi digital yang brutal, masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi penonton atau, lebih buruk lagi, korban.
"Di tengah transisi menuju ekonomi yang semakin bergantung pada AI, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak tertinggal,” ujar Nafinia Putra, Chief of Program dari Remote Skills Academy. "Program ini dirancang untuk memberikan akses keterampilan AI secara inklusif, dan membuka peluang karir atau bisnis baru bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau oleh pelatihan teknologi.”
Pernyataan ini adalah sebuah alarm, sebuah pengingat bahwa tanpa bekal keterampilan yang relevan, tenaga kerja Indonesia berisiko besar menjadi "fosil digital" di negeri sendiri.
Ini bukan sekadar program pelatihan biasa. Ini adalah sebuah upaya "penyelamatan" berskala nasional, sebuah pertaruhan untuk memastikan bahwa di tengah revolusi digital yang brutal, masyarakat Indonesia tidak hanya menjadi penonton atau, lebih buruk lagi, korban.
Alarm Peringatan di Era AI
Banyak yang tidak sadar, di balik kemudahan yang ditawarkan oleh AI, tersimpan sebuah ancaman nyata bagi jutaan pekerjaan. Para pelaku UMKM, pekerja di sektor pariwisata, hingga karyawan kantoran kini dihadapkan pada satu pilihan: beradaptasi atau tersingkir."Di tengah transisi menuju ekonomi yang semakin bergantung pada AI, kami ingin memastikan bahwa masyarakat Indonesia tidak tertinggal,” ujar Nafinia Putra, Chief of Program dari Remote Skills Academy. "Program ini dirancang untuk memberikan akses keterampilan AI secara inklusif, dan membuka peluang karir atau bisnis baru bagi masyarakat yang sebelumnya belum terjangkau oleh pelatihan teknologi.”
Pernyataan ini adalah sebuah alarm, sebuah pengingat bahwa tanpa bekal keterampilan yang relevan, tenaga kerja Indonesia berisiko besar menjadi "fosil digital" di negeri sendiri.
Lihat Juga :