Saat AI Ancam Generasi Muda, Telkomsel Turun Gunung Bekali 10.000 Pelajar

Rabu, 18 Juni 2025 - 16:24 WIB
"Kemkomdigi memandang AI dapat membuka peluang yang besar untuk mendorong kelahiran kreativitas dan inovasi di berbagai sektor," ujar Menteri Komunikasi dan Digital RI, Meutya Hafid. Ia mengapresiasi langkah Telkomsel yang dinilai selaras dengan komitmen pemerintah untuk menciptakan ekosistem digital yang inovatif dan bertanggung jawab.

Menjawab tantangan ini, Telkomsel meracik sebuah kurikulum yang mereka sebut BAIK—Bertanggung jawab, Aman, Inspiratif, dan Kreatif. Para pelajar tidak hanya diajari cara menggunakan AI, tetapi juga etika dan cara berpikir kritis dalam memanfaatkannya.

"Sebagai bentuk komitmen Telkomsel dalam memperkuat ekosistem digital nasional, kami membekali generasi muda Indonesia dengan pemahaman dan keterampilan praktis dalam penggunaan teknologi terkini, termasuk AI," kata Indrawan, Direktur Human Capital Management Telkomsel. "Kami berharap diperkenalkannya edukasi tentang AI sejak muda bisa mendukung terciptanya solusi nyata yang berdampak positif terhadap kemajuan Indonesia.”

Saat Anak SMA Menjawab Masalah Bangsa dengan AI

Namun, bukti paling sahih dari keberhasilan program ini mungkin tidak terletak pada jumlah pesertanya, melainkan pada karya-karya yang dilahirkan. Bootcamp IBFEST berhasil melahirkan inovasi-inovasi mengejutkan dari tangan para siswa SMA.

Bayangkan, Tim Amphere dari SMAN 1 Purwokerto menciptakan Temu Diri, sebuah solusi berbasis AI. Sementara itu, siswa SMAN 1 Gresik mengembangkan STROKE-NET, sebuah sistem diagnostik penyakit stroke berbasis machine learning yang menganalisis citra medis.

Bahkan, ada tim dari SMAN 2 Madiun yang membangun Veriscope, sebuah platform interaktif berbasis AI untuk menanggulangi hoaks dan cyberbullying.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!