Pendidikan Iklim Sejak Dini: Italia Wajibkan, Indonesia Baru Punya Oase di Semarang

Jum'at, 13 Juni 2025 - 10:39 WIB
Pernyataan ini bukan lagi teori. Di Indonesia, ancaman itu sudah berada di depan gerbang sekolah. "Saat ini 73% sekolah di Indonesia berada di area rawan banjir," tambah Ananto.

Melihat fakta mengerikan ini, apa yang dilakukan di Semarang terasa seperti sebuah tindakan penyelamatan yang mendesak. Melalui program kolaborasi antara Pemkot Semarang, MilkLife, dan Resilient Cities Network ini, sekolah yang tadinya rentan kini menjadi "rumah kedua" yang mengajarkan cara bertahan hidup. "Semarang sudah ‘membeli’ masa depan dengan harga sekarang,” puji Ananto.

Dari Ruang Kelas ke Halaman Sekolah: Resep Semarang

Bagaimana cara Semarang "membeli masa depan" itu? Resepnya adalah dengan mengubah pendidikan dari sekadar teori di dalam kelas menjadi praktik nyata di halaman sekolah.

Sebanyak 29 modul ajar tentang perubahan iklim dikembangkan dan diintegrasikan ke dalam kurikulum. Para siswa tidak hanya mendengar tentang sampah dan air, tetapi mereka diajarkan langsung cara mengelolanya melalui SOP yang jelas. Halaman sekolah yang tadinya gersang, kini disulap menjadi ruang terbuka hijau multifungsi yang dirancang bersama oleh siswa, guru, dan orang tua.

Hasilnya? Sebanyak 82% guru melaporkan peningkatan signifikan dalam cara mereka mengajar tentang iklim, dan 59% merasa jauh lebih percaya diri.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!