Revolusi Baterai dari China: Isi Daya 6 Menit untuk 1.000 Km, Cawan Suci EV atau Sekadar Janji Manis?

Senin, 09 Juni 2025 - 21:37 WIB
Sel prototipe dari baterai ini diklaim telah lulus uji penyiksaan ekstrem, termasuk tes penetrasi paku dan pengisian daya berlebih, dan telah dipasang di kendaraan untuk uji jalan.

Zhu Xingbao, Kepala Ilmuwan Gotion, menambahkan bahan bakar ke dalam api optimisme ini. Ia menyatakan bahwa perusahaan berencana membangun lini produksi massal berkapasitas 12 GWh. "Dengan kepadatan energi 300 Wh/kg, baterai tersebut memungkinkan jarak tempuh kendaraan listrik lebih dari 1.000 kilometer," ujar Zhu. "Baterai canggih seperti itu telah menempuh jarak lebih dari 10.000 kilometer dalam uji jalan," tegasnya.

Jebakan dari Sebuah Harapan?

Klaim-klaim ini secara langsung menyerang titik terlemah dari ekosistem EV saat ini. Selama bertahun-tahun, konsumen enggan beralih ke mobil listrik karena terbayang-bayang harus menunggu berjam-jam di stasiun pengisian daya atau khawatir mobil mogok di tengah jalan tol karena kehabisan baterai.

Teknologi Jinshi, jika terbukti, adalah jawaban dari semua doa tersebut. Namun, para pengamat yang lebih skeptis tentu akan bertanya-tanya.

Berapa harganya? Teknologi baru biasanya datang dengan harga selangit. Apakah baterai ini akan membuat harga mobil listrik menjadi tidak terjangkau?
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!