Proyek Rudal Golden Dome Akan Mengganggu Keseimbangan Bumi

Selasa, 27 Mei 2025 - 09:04 WIB
Trump juga mengumumkan bahwa Jenderal Michael Guetlein dari Space Force akan memimpin proyek tersebut, meskipun belum ada pendanaan resmi yang dialokasikan sejauh ini dan proyek tersebut masih dalam tahap konseptual.

Golden Dome dikatakan terinspirasi oleh sistem Iron Dome milik Israel, yang dikembangkan pada tahun 2011 dan telah berhasil mencegat ribuan roket dengan tingkat keberhasilan lebih dari 90 persen.

Namun, Tiongkok telah mengkritik proyek tersebut, mengklaim bahwa hal itu memicu perlombaan senjata dan meningkatkan risiko ruang angkasa menjadi medan perang.

Bahkan, Beijing telah menggambarkan tindakan AS tersebut sebagai tindakan yang berfokus pada keamanannya sendiri tanpa mempertimbangkan keseimbangan global.

Namun, McKenzie menegur kritik China dengan mengatakan bahwa negara itu sendiri adalah yang paling agresif dalam peperangan antariksa dan menekankan bahwa sistem AS bersifat defensif, bukan ofensif.

Penilaian oleh badan intelijen AS juga menunjukkan bahwa ancaman rudal global semakin kompleks, dengan China dan Rusia secara aktif mengembangkan sistem baru untuk menembus pertahanan AS.

Trump membela proyek tersebut sebagai langkah penting untuk keamanan nasional. "Mahal, ya. Tetapi sepadan jika dapat mencegah serangan nuklir," katanya.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!