3 Hinaan Stephen Hawking Kepada Tuhan, Salah Satunya Menyebut Surga Adalah Dongeng
Jum'at, 23 Mei 2025 - 07:00 WIB
Pernyataan ini dengan tegas menolak peran Tuhan sebagai pencipta, sesuatu yang menjadi dasar utama dalam banyak agama. Hal tersebut memicu kontroversi luas, terutama di kalangan pemuka agama dan filsuf.
Banyak yang menilai bahwa Hawking secara terang-terangan menolak eksistensi Tuhan sebagai entitas pencipta, yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap keyakinan religius.
Namun, bagi para ilmuwan sekuler, ini adalah bagian dari upaya memahami asal-usul alam semesta melalui hukum-hukum fisika, bukan keyakinan supranatural.
Namun, seiring kemajuan sains, penjelasan ilmiah telah menggantikan mitos-mitos tersebut. Dalam wawancara dengan El Mundo (2014), Hawking menyatakan, "Sebelum kita memahami sains, wajar jika manusia percaya Tuhan menciptakan alam semesta. Tapi sekarang, sains memberikan penjelasan yang lebih meyakinkan."
Banyak yang menilai bahwa Hawking secara terang-terangan menolak eksistensi Tuhan sebagai entitas pencipta, yang oleh sebagian kalangan dianggap sebagai bentuk penghinaan terhadap keyakinan religius.
Namun, bagi para ilmuwan sekuler, ini adalah bagian dari upaya memahami asal-usul alam semesta melalui hukum-hukum fisika, bukan keyakinan supranatural.
2. Mengatakan Tuhan Hanyalah Jawaban bagi Ketidaktahuan Manusia
Hawking sering mengkritik penggunaan "Tuhan" sebagai penjelasan atas fenomena yang belum dipahami sains. Ia berargumen bahwa dalam sejarah, manusia selalu mengaitkan hal-hal yang tidak mereka mengerti dengan kekuatan ilahi, mulai dari petir hingga penyakit.Namun, seiring kemajuan sains, penjelasan ilmiah telah menggantikan mitos-mitos tersebut. Dalam wawancara dengan El Mundo (2014), Hawking menyatakan, "Sebelum kita memahami sains, wajar jika manusia percaya Tuhan menciptakan alam semesta. Tapi sekarang, sains memberikan penjelasan yang lebih meyakinkan."
Lihat Juga :