Struktur Aneh Muncul di Antartika, Ilmuwan Klaim Tanda Akhir Dunia Semakin Nyata
Rabu, 14 Mei 2025 - 16:12 WIB
Struktur es berbentuk bukit pasir ditemukan di bagian bawah Dotson Ice Shelf (Filip Stedt / Universitas Gothenburg)
Survei yang dilakukan oleh ROV tersebut mengungkapkan bahwa gletser, seperti yang diharapkan, mencair paling cepat di titik-titik di mana arus bawah laut mengikis dasarnya.
Namun, secara tak terduga, hal itu juga menunjukkan bahwa dasar gletser tersebut tidak mulus, seperti yang diasumsikan para ahli, tetapi sebaliknya, terdiri dari jaringan puncak dan lembah yang aneh.
Yang lebih membingungkan adalah bahwa di puncak dan lembah ini muncul fitur berbentuk tetesan air mata, menyerupai bukit pasir, yang panjangnya ratusan kaki.
Tim ilmuwan meyakini bahwa struktur misterius ini terbentuk saat air bergerak melintasi bagian bawah gletser, selaras dengan rotasi Bumi, yang menyebabkan pencairan tidak merata.
"Jika Anda perhatikan dengan saksama bentuknya tidak simetris, bentuknya agak bengkok seperti kerang biru, dan alasan ketidaksimetrisan itu adalah rotasi Bumi," tutur Anna Wåhlin, profesor oseanografi di Universitas Gothenburg, kepada Live Science.
“Air yang bergerak di Bumi dipengaruhi oleh sesuatu yang disebut gaya Coriolis, yang bekerja di sebelah kiri arah gerak di Belahan Bumi Selatan,” jelasnya.
Menurut analisis timnya, gaya ini diimbangi oleh gesekan pada es, sehingga menghasilkan pola aliran spiral yang disebut spiral Ekman.
Survei yang dilakukan oleh ROV tersebut mengungkapkan bahwa gletser, seperti yang diharapkan, mencair paling cepat di titik-titik di mana arus bawah laut mengikis dasarnya.
Namun, secara tak terduga, hal itu juga menunjukkan bahwa dasar gletser tersebut tidak mulus, seperti yang diasumsikan para ahli, tetapi sebaliknya, terdiri dari jaringan puncak dan lembah yang aneh.
Yang lebih membingungkan adalah bahwa di puncak dan lembah ini muncul fitur berbentuk tetesan air mata, menyerupai bukit pasir, yang panjangnya ratusan kaki.
Tim ilmuwan meyakini bahwa struktur misterius ini terbentuk saat air bergerak melintasi bagian bawah gletser, selaras dengan rotasi Bumi, yang menyebabkan pencairan tidak merata.
"Jika Anda perhatikan dengan saksama bentuknya tidak simetris, bentuknya agak bengkok seperti kerang biru, dan alasan ketidaksimetrisan itu adalah rotasi Bumi," tutur Anna Wåhlin, profesor oseanografi di Universitas Gothenburg, kepada Live Science.
“Air yang bergerak di Bumi dipengaruhi oleh sesuatu yang disebut gaya Coriolis, yang bekerja di sebelah kiri arah gerak di Belahan Bumi Selatan,” jelasnya.
Menurut analisis timnya, gaya ini diimbangi oleh gesekan pada es, sehingga menghasilkan pola aliran spiral yang disebut spiral Ekman.
Lihat Juga :