Trump Bikin Apple Panik: Harga iPhone Bakal Naik Drastis, Sementara Penjualan Sedang Lesu
Senin, 07 April 2025 - 22:22 WIB
Apple menjual lebih dari 220 juta unit iPhone setiap tahunnya, dengan pasar utama meliputi Amerika Serikat, China, dan Eropa. Foto: ist
AMERIKA - Sebagian besar produksi iPhone saat ini masih berada di China, yang terkena tarif sebesar 54%. Jika tarif ini tetap berlaku, Apple dihadapkan pada pilihan sulit: menanggung beban biaya tambahan yang signifikan atau mengalihkan biaya tersebut kepada konsumen melalui kenaikan harga.
Saham Apple sendiri telah menunjukkan reaksi negatif terhadap potensi pemberlakuan tarif ini, dengan penurunan sebesar 9,3% pada Kamis pekan lalu, yang merupakan penurunan harian terburuk sejak Maret 2020.
Apple menjual lebih dari 220 juta unit iPhone setiap tahunnya, dengan pasar utama meliputi Amerika Serikat, China, dan Eropa.
Saham Apple sendiri telah menunjukkan reaksi negatif terhadap potensi pemberlakuan tarif ini, dengan penurunan sebesar 9,3% pada Kamis pekan lalu, yang merupakan penurunan harian terburuk sejak Maret 2020.
Apple menjual lebih dari 220 juta unit iPhone setiap tahunnya, dengan pasar utama meliputi Amerika Serikat, China, dan Eropa.
Dampak pada Daya Beli Konsumen dan Persaingan Pasar
Kenaikan harga yang signifikan berpotensi menurunkan permintaan terhadap iPhone di pasar-pasar utama. Angelo Zino, analis ekuitas di CFRA Research, berpendapat bahwa Apple akan kesulitan untuk mengalihkan lebih dari 5% hingga 10% biaya kepada konsumen mengingat kondisi pasar saat ini.Lihat Juga :