Investasi AI Melonjak 62% hingga Rp1.700 Triliun di 2024, Sementara Pendanaan Startup Justru Menurun
Sabtu, 15 Februari 2025 - 21:02 WIB
Salah satu alasannya adalah fakta bahwa ada ekosistem yang lebih luas yang tersentuh oleh AI, yang mencakup perangkat keras dan infrastruktur, aplikasi, dan banyak lagi.
Daftar beberapa putaran pendanaan AI terbesar pada 2024 menunjukkan berbagai bidang yang jadi sasaran AI dan menarik perhatian.
Anthropic (model bahasa besar, AI generatif), Waymo (kendaraan otonom), Anduril (pertahanan), xAI (aplikasi), Databricks (pemrosesan dan pengelolaan data, khususnya data AI), dan Vantage (pusat data dan infrastruktur) termasuk dalam 10 penggalangan dana terbesar pada 2024.
Meskipun OpenAI terasa seperti anak emasn untuk AI saat ini, mereka tidak mengumpulkan dana terbanyak tahun lalu. Tempat itu diambil oleh Databricks, yang mengumpulkan USD10 miliar (sekitar Rp155 triliun), dibandingkan dengan USD6,6 miliar (sekitar Rp102 triliun) yang dikumpulkan oleh OpenAI.
Namun, dengan pendanaan agregat terbanyak — lebih dari USD20 miliar (sekitar Rp310 triliun) hingga saat ini, dengan USD40 miliar (sekitar Rp620 triliun) lainnya yang dilaporkan sedang dalam proses — dan aplikasi viral ChatGPT, OpenAI telah menjadi tolok ukur AI di industri ini.
Perusahaan AI generatif mengumpulkan USD47,4 miliar (sekitar Rp735 triliun) pada 2024, dan teknologi AI melampaui aplikasi AI dengan pertumbuhan terbesar (dan bagian pendanaan yang sangat besar) selama dua tahun terakhir.
Daftar beberapa putaran pendanaan AI terbesar pada 2024 menunjukkan berbagai bidang yang jadi sasaran AI dan menarik perhatian.
Anthropic (model bahasa besar, AI generatif), Waymo (kendaraan otonom), Anduril (pertahanan), xAI (aplikasi), Databricks (pemrosesan dan pengelolaan data, khususnya data AI), dan Vantage (pusat data dan infrastruktur) termasuk dalam 10 penggalangan dana terbesar pada 2024.
Meskipun OpenAI terasa seperti anak emasn untuk AI saat ini, mereka tidak mengumpulkan dana terbanyak tahun lalu. Tempat itu diambil oleh Databricks, yang mengumpulkan USD10 miliar (sekitar Rp155 triliun), dibandingkan dengan USD6,6 miliar (sekitar Rp102 triliun) yang dikumpulkan oleh OpenAI.
Namun, dengan pendanaan agregat terbanyak — lebih dari USD20 miliar (sekitar Rp310 triliun) hingga saat ini, dengan USD40 miliar (sekitar Rp620 triliun) lainnya yang dilaporkan sedang dalam proses — dan aplikasi viral ChatGPT, OpenAI telah menjadi tolok ukur AI di industri ini.
Perusahaan AI generatif mengumpulkan USD47,4 miliar (sekitar Rp735 triliun) pada 2024, dan teknologi AI melampaui aplikasi AI dengan pertumbuhan terbesar (dan bagian pendanaan yang sangat besar) selama dua tahun terakhir.
Lihat Juga :