Fenomena yang Membelah Planet Mars Akhirnya Terpecahkan
Jum'at, 24 Januari 2025 - 20:52 WIB
Namun, usia bebatuan di permukaan Mars menunjukkan bahwa apa pun yang menyebabkan dikotomi tersebut terjadi pada hari-hari awal tata surya kita, sehingga sulit untuk menentukan penyebab pastinya.
Namun, kita mungkin lebih dekat dengan jawabannya. Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Desember 2024 dalam jurnal Geophysical Research Letters mencakup data yang dianalisis dari wahana InSight milik NASA yang merekam bagaimana gelombang seismik dari gempa Mars bergema di Mars.
InSight terletak dekat perbatasan antara dataran rendah utara dan dataran tinggi selatan. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk membandingkan bagaimana gelombang seismik bergerak melalui mantel di bawah dua lokasi, dengan satu di setiap sisi pemisah.
Tim peneliti mengolah data tersebut untuk melihat apakah mereka dapat menemukan bukti asal usul internal dikotomi Mars.
Penulis studi menulis di The Conversation : “Perbandingan kedua [lokasi] ini menunjukkan bahwa gelombang kehilangan energi lebih cepat di dataran tinggi selatan. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa batuan [cair] di bawah dataran tinggi selatan lebih panas daripada di utara."
Tim tersebut meyakini perbedaan suhu antara dua bagian tersebut dapat dijelaskan oleh aktivitas tektonik purba yang tidak lagi terjadi di Mars.
Namun, kita mungkin lebih dekat dengan jawabannya. Sebuah studi yang diterbitkan pada bulan Desember 2024 dalam jurnal Geophysical Research Letters mencakup data yang dianalisis dari wahana InSight milik NASA yang merekam bagaimana gelombang seismik dari gempa Mars bergema di Mars.
InSight terletak dekat perbatasan antara dataran rendah utara dan dataran tinggi selatan. Hal ini memungkinkan para peneliti untuk membandingkan bagaimana gelombang seismik bergerak melalui mantel di bawah dua lokasi, dengan satu di setiap sisi pemisah.
Tim peneliti mengolah data tersebut untuk melihat apakah mereka dapat menemukan bukti asal usul internal dikotomi Mars.
Penulis studi menulis di The Conversation : “Perbandingan kedua [lokasi] ini menunjukkan bahwa gelombang kehilangan energi lebih cepat di dataran tinggi selatan. Penjelasan yang paling mungkin adalah bahwa batuan [cair] di bawah dataran tinggi selatan lebih panas daripada di utara."
Tim tersebut meyakini perbedaan suhu antara dua bagian tersebut dapat dijelaskan oleh aktivitas tektonik purba yang tidak lagi terjadi di Mars.
Lihat Juga :