Trump Bakal Cuan Rp775 Triliun Setelah Izinkan TikTok Beroperasi Kembali di AS

Senin, 20 Januari 2025 - 16:24 WIB

TikTok Kembali Beroperasi di AS

TikTok mulai memulihkan aksesnya secara bertahap pada Minggu setelah Presiden Donald Trump memberikan jaminan kepada penyedia layanan bahwa mereka tidak akan dikenai penalti jika tetap mendukung aplikasi tersebut.

Dalam pernyataan resminya, TikTok menyatakan, "Kami berterima kasih kepada Presiden Trump atas kejelasan dan jaminan yang diberikan kepada penyedia layanan kami, sehingga TikTok dapat tetap melayani lebih dari 170 juta pengguna di AS."

Pengguna yang kembali mengakses aplikasi disambut dengan pesan, "Selamat datang kembali! Berkat upaya Presiden Trump, TikTok kembali di AS!"

Baca Juga: TikTok Hidup Kembali di AS, Apakah Drama Pemblokiran Sudah Berakhir?

Kritik dan Masa Depan TikTok

Meski TikTok telah kembali, masa depannya masih tidak pasti. Sejumlah politisi, termasuk Senator Tom Cotton dan Pete Ricketts, menyatakan bahwa perpanjangan waktu yang diberikan oleh Trump tidak memiliki dasar hukum. "TikTok hanya dapat kembali jika ByteDance menjual operasionalnya kepada pihak non-China yang memenuhi kriteria undang-undang," kata Senator Cotton.

Sementara itu, Ketua DPR AS Mike Johnson menegaskan bahwa Kongres akan menegakkan undang-undang yang melarang TikTok. "Kekhawatiran kami bukan pada platformnya, tetapi pada algoritma yang dapat dimanipulasi oleh pemerintah China,"ujarnya.
(dan)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!