Salju Abadi di Papua Akan Hilang Tahun Ini? Ini Penyebannya
Senin, 06 Januari 2025 - 08:19 WIB
Ini terlihat dari hasil pemantauan berkala oleh tim Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan PT Freeport Indonesia (PTFI) sejak 2010 hingga 2022. Temuan turut diperkuat dengan hasil penelitian BMKG bersama The Ohio State University, Amerika Serikat.
Selama 2010-2015, kami mendapati es menipis sekitar 5 m dengan laju penipisan 1,05 m per tahun.
Pada November 2015-2016, penipisan es sangat signifikan: hingga 5 m. Ini kemungkinan disebabkan oleh efek El Niño 2015–2016 yang amat kuat.
Pada awal 2021, berdasarkan foto udara, kami mendapati ketebalan es telah berkurang 12,5 m lagi sejak November 2016 atau setara dengan laju penipisan sekitar 2,5 m per tahun.
Seperti dilansir dari Conversation, menggunakan pemodelan CORDEX-SEA dan data observasi untuk memprediksi hilangnya tutupan es Papua berdasarkan proyeksi iklim di masa depan.
Selama 2010-2015, kami mendapati es menipis sekitar 5 m dengan laju penipisan 1,05 m per tahun.
Pada November 2015-2016, penipisan es sangat signifikan: hingga 5 m. Ini kemungkinan disebabkan oleh efek El Niño 2015–2016 yang amat kuat.
Pada awal 2021, berdasarkan foto udara, kami mendapati ketebalan es telah berkurang 12,5 m lagi sejak November 2016 atau setara dengan laju penipisan sekitar 2,5 m per tahun.
Seperti dilansir dari Conversation, menggunakan pemodelan CORDEX-SEA dan data observasi untuk memprediksi hilangnya tutupan es Papua berdasarkan proyeksi iklim di masa depan.
Lihat Juga :