Letusan Dahsyat Serupa Gunung Berapi Tambora Diklaim Akan Terjadi
Kamis, 26 Desember 2024 - 07:07 WIB
Berbeda dengan 'tahun tanpa musim panas' yang terjadi akibat letusan Tambora, megavolcano abad ke-21 akan menambah gangguan yang disebabkan oleh ketergantungan manusia pada bahan bakar fosil.
“Efeknya mungkin lebih buruk dibandingkan tahun 1815,” jelas ilmuwan geologi, Dr. Michael Rampino.
“Dunia sekarang lebih tidak stabil,” tambahnya.
Pakar gunung api, Dr. Thomas Aubry mengatakan letusan gunung berapi di abad ke-21 akan berdampak pada dunia yang lebih kompak dan saling terhubung, dimana gangguan dramatis dapat terjadi dengan cara yang mematikan dan tidak terduga.
“Hujan yang lebih ekstrem yang meningkat akibat perubahan iklim, juga dapat menimbulkan ledakan seperti 'bom uap' karena uap air merembes jauh ke dalam celah-celah dekat gunung berapi aktif dan tidak aktif,” ujarnya.
Sebuah studi pada tahun 2022 menemukan bahwa sekitar 716 gunung berapi di seluruh dunia, atau 58 persen di antaranya diketahui aktif dan berada di permukaan, dapat dipicu oleh curah hujan yang lebih ekstrem, jelas Aubry.
“Efeknya mungkin lebih buruk dibandingkan tahun 1815,” jelas ilmuwan geologi, Dr. Michael Rampino.
“Dunia sekarang lebih tidak stabil,” tambahnya.
Pakar gunung api, Dr. Thomas Aubry mengatakan letusan gunung berapi di abad ke-21 akan berdampak pada dunia yang lebih kompak dan saling terhubung, dimana gangguan dramatis dapat terjadi dengan cara yang mematikan dan tidak terduga.
“Hujan yang lebih ekstrem yang meningkat akibat perubahan iklim, juga dapat menimbulkan ledakan seperti 'bom uap' karena uap air merembes jauh ke dalam celah-celah dekat gunung berapi aktif dan tidak aktif,” ujarnya.
Sebuah studi pada tahun 2022 menemukan bahwa sekitar 716 gunung berapi di seluruh dunia, atau 58 persen di antaranya diketahui aktif dan berada di permukaan, dapat dipicu oleh curah hujan yang lebih ekstrem, jelas Aubry.
Lihat Juga :