Gunung Api Yaman, Disebut sebagai Tanda Kiamat dalam Agama Islam Sesuai Hadis

Sabtu, 21 Desember 2024 - 11:44 WIB
“Sesungguhnya Kiamat tidak akan terjadi hingga ada sepuluh tanda (sebelumnya): khasf di timur, khasf di barat, khasf di Jazirah Arab, asap, Dajjal, binatang bumi, Ya’juj dan Ma’juj, terbitnya matahari dari barat, dan api yang keluar dari Dasar ‘Adn yang menggiring manusia.”

Dalam riwayat lain dari Muslim: “api keluar dari Yaman yang menggiring manusia ke tempat mereka berkumpul.” (Shahih Muslim, kitab al-Fitan wa Asyraathus Saa’ah XVIII/27-28, Syarh an-Nawawi).

Pada hadis di atas, ada kalimat yang menyebutkan “dan api yang keluar dari dasar ‘Adn yang menggiring manusia". Disebut ‘Api Pengiring’, Dr Umar Sulaiman Al-Asygar dalam bukunya berjudul ‘Ensiklopedia Kiamat’ menuliskan bahwa sebelum hari Kiamat akan datang api keluar dari kawah Aden yang nantinya menggiring manusia ke tempat mereka dihimpun.

Api pengiring tersebut berada di bawah permukaan bumi. Kelak menjelang hari kiamat, api itu akan keluar sebagaimana sebelumnya.

Prediksi gunung berapi Aden menjadi aktif kembali dan meletus cukup memungkinkan karena kota Aden sendiri sebagian besarnya berada di laut Mediterania. Terlebih, sejarah kota tersebut juga terbentuk dari gunung api sangat besar yang membeku dan mati hingga membentuk kawah yang kemudian menjadi kota Aden.

Melihat ke belakang, fenomena gunung berapi Aden pertama kali diketahui saat kolonis Inggris memasuki Kota Aden. Melalui pesawat terbang miliknya, mereka berhasil memotret kota-kota dari udara dan mendapati Aden berada di atas kawah besar.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!