Alam Semesta Akan Bergetar Terus Menerus, Ini Bukti Ilmiahnya

Jum'at, 06 Desember 2024 - 18:43 WIB
Studi yang dilakukan oleh Matthew Miles, Universitas Teknologi Swinburne dan Rowina Nathan, Universitas Monash, diterbitkan dalam Monthly Notices of the Royal Astronomical Society.

Gelombang gravitasi adalah riak-riak dalam jalinan ruang dan waktu. Tabrakan benda-benda yang sangat padat dan masif, seperti lubang hitam, menciptakan gelombang-gelombang ini. Untuk mempelajari lubang hitam, para ilmuwan mencari gelombang gravitasi yang dipancarkan saat lubang-lubang hitam mengorbit di sekitar atau di dekat satu sama lain.

Lubang hitam terbesar memancarkan gelombang paling lambat dan paling kuat. Para ilmuwan tidak mengetahui keberadaannya hingga tahun lalu. Detektor yang ada di Bumi saat ini dapat mendeteksi gelombang gravitasi frekuensi tinggi yang terjadi saat lubang hitam yang lebih kecil bertabrakan.

Dalam makalah terbaru mereka yang diterbitkan pada tanggal 3 Desember, para ilmuwan mengatakan bahwa mereka menemukan lebih banyak bukti yang mengisyaratkan keberadaan gelombang gravitasi frekuensi rendah. Mereka mengatakan temuan mereka menunjukkan bahwa alam semesta lebih aktif daripada yang diantisipasi.

Lubang hitam supermasif, yang pertama kali diamati secara langsung pada tahun 2019, diyakini berada di pusat sebagian besar galaksi. Massa lubang hitam tersebut miliaran kali massa matahari kita, dan sulit dipelajari.

"Ketika dua galaksi bergabung, lubang hitam di pusatnya mulai bergerak spiral ke arah satu sama lain. Dalam proses ini, mereka mengirimkan gelombang gravitasi yang lambat dan kuat yang memberi kita kesempatan untuk mempelajarinya," kata para penulis.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!