Elon Musk Bertekad Damaikan Iran dengan Amerika Serikat
Jum'at, 15 November 2024 - 19:18 WIB
Salah satu pejabat mengatakan Musk telah meminta pertemuan tersebut, sementara duta besar memilih lokasi. Pihak Iran menyebut pertemuan tersebut sebagai "berita positif" dan "baik," menurut The New York Times.
Ketika ditanya apakah pertemuan ini benar-benar terjadi, Steven Cheung, Direktur Komunikasi Kabinet Trump, mengatakan kepada NYT, "Kami tidak mengomentari laporan tentang pertemuan pribadi yang terjadi atau tidak terjadi."
Hubungan antara AS dan Iran selama masa jabatan Trump sebelumnya sangat tegang. Trump, yang sebelumnya menjabat sebagai presiden AS dari tahun 2017 hingga 2021, memberlakukan sanksi baru terhadap Iran pada tahun 2018 setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir tahun 2015 yang telah melonggarkan pembatasan ekonomi terhadap Teheran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.
Dalam pukulan lain bagi Iran, Trump juga memerintahkan serangan pesawat nirawak yang menewaskan Qassem Soleimani, seorang pejabat tinggi militer Iran, pada Januari 2020 di Irak.
Dalam pidatonya di New York September lalu, Trump menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi nuklir baru. "Kita harus membuat kesepakatan karena konsekuensinya tidak mungkin. Kita harus membuat kesepakatan," kata Republikan itu.
Ketika ditanya apakah pertemuan ini benar-benar terjadi, Steven Cheung, Direktur Komunikasi Kabinet Trump, mengatakan kepada NYT, "Kami tidak mengomentari laporan tentang pertemuan pribadi yang terjadi atau tidak terjadi."
Hubungan antara AS dan Iran selama masa jabatan Trump sebelumnya sangat tegang. Trump, yang sebelumnya menjabat sebagai presiden AS dari tahun 2017 hingga 2021, memberlakukan sanksi baru terhadap Iran pada tahun 2018 setelah menarik diri dari kesepakatan nuklir tahun 2015 yang telah melonggarkan pembatasan ekonomi terhadap Teheran sebagai imbalan atas pembatasan program nuklirnya.
Dalam pukulan lain bagi Iran, Trump juga memerintahkan serangan pesawat nirawak yang menewaskan Qassem Soleimani, seorang pejabat tinggi militer Iran, pada Januari 2020 di Irak.
Dalam pidatonya di New York September lalu, Trump menunjukkan keterbukaan terhadap negosiasi nuklir baru. "Kita harus membuat kesepakatan karena konsekuensinya tidak mungkin. Kita harus membuat kesepakatan," kata Republikan itu.
Lihat Juga :