Yuk, Jadi Netizen Pintar! Lindungi Diri dari Penipuan Online

Rabu, 23 Oktober 2024 - 14:29 WIB
Tujuan lain adalah Love Scamming, penipuan dengan modus cinta dan romantisme. Kata-kata indah pun mendorong korban untuk memercayakan apapun yang ia miliki kepada sang kekasih.

Setelah korban terpikat, pelaku mengatakan membutuhkan uang untuk beragam alasan, misalnya beli tiket kendaraan, sekolah, bisnis, dan lain sebagainya.

“Korban terjebak dan memenuhi permintaan tersebut. Begitu mendapatkan uangnya, pelaku menghilang. Banyak klien saya yang juga kerap mendapatkan kasus seperti ini,”sebutnya. Padahal membuai dengan kata-kata cinta untuk memikat korban bisa dibui 4 tahun.

3. Video sex cam dengan tujuan pemerasan.

Kalau sudah bucin, tak jarang beberapa pelaku akan melangkah lebih jauh, yaitu menawarkan video sex yang tujuannya untuk menjebak target.

"Seringkali berakhir dengan pemerasan. Jika tidak mau memberi uang maka aib tersebut akan disebarluaskan," kata Jubun.

4. Meminta Quota internet

Kasus meminta sejumlah uang tujuan lain, para pelaku scam ini memperdaya target dengan meminta quota internet, pulsa, atau bahkan meminta uang secara langsung.

Dengan maraknya kasus spseri itu, para pengguna media sosial perlu ekstra waspada dan paham dengan modus-modus seperti ini. Detektif Jubun memberikan pesan ringan agar pengguna media sosial tidak gampang terjebak.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!