Gurun Sahara Banjir, Sungai Amazon Kering Kerontang: Ketika Bumi Berputar Balik
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 18:31 WIB
Citra satelit dari NASA menunjukkan Danau Iriqui, dasar danau yang telah kering selama 50 tahun, terisi kembali dengan air. Banjir bandang ini telah menyebabkan kerusakan yang signifikan, menewaskan 18 orang dan mempengaruhi wilayah yang masih berjuang untuk pulih dari gempa bumi tahun lalu.
Kekeringan Ekstrem di Amazon: Sungai Negro Menyusut ke Level Terendah
Sementara Sahara berjuang melawan banjir, Sungai Amazon di Amerika Selatan mengalami kekeringan terparah dalam sejarah. Sungai Negro, salah satu anak sungai utama Amazon, telah menyusut ke level terendah yang pernah tercatat, yaitu 12,66 meter di pelabuhan Manaus, jauh di bawah level normal sekitar 21 meter.
“Ini adalah level terendah sejak pengukuran dimulai 122 tahun yang lalu," kata badan geologi Brasil. Rekor terendah sebelumnya tercatat tahun lalu, tetapi menjelang akhir Oktober.
Kekeringan ini telah melumpuhkan aktivitas masyarakat setempat. Gracita Barbosa, 28 tahun, seorang kasir di toko terapung di Sungai Negro, kehilangan pekerjaannya karena perahu yang biasanya berhenti di tokonya tidak dapat lagi berlayar karena sungai yang dangkal. Dia juga kesulitan mendapatkan air minum dan tidak bisa lagi mandi di sungai.
Perubahan Iklim: Ancaman Nyata Bagi Keseimbangan Bumi
Kedua fenomena ekstrem ini — banjir di Sahara dan kekeringan di Amazon — merupakan indikasi nyata dari dampak perubahan iklim yang semakin terasa di seluruh dunia.
Kekeringan Ekstrem di Amazon: Sungai Negro Menyusut ke Level Terendah
Sementara Sahara berjuang melawan banjir, Sungai Amazon di Amerika Selatan mengalami kekeringan terparah dalam sejarah. Sungai Negro, salah satu anak sungai utama Amazon, telah menyusut ke level terendah yang pernah tercatat, yaitu 12,66 meter di pelabuhan Manaus, jauh di bawah level normal sekitar 21 meter.“Ini adalah level terendah sejak pengukuran dimulai 122 tahun yang lalu," kata badan geologi Brasil. Rekor terendah sebelumnya tercatat tahun lalu, tetapi menjelang akhir Oktober.
Kekeringan ini telah melumpuhkan aktivitas masyarakat setempat. Gracita Barbosa, 28 tahun, seorang kasir di toko terapung di Sungai Negro, kehilangan pekerjaannya karena perahu yang biasanya berhenti di tokonya tidak dapat lagi berlayar karena sungai yang dangkal. Dia juga kesulitan mendapatkan air minum dan tidak bisa lagi mandi di sungai.
Perubahan Iklim: Ancaman Nyata Bagi Keseimbangan Bumi
Kedua fenomena ekstrem ini — banjir di Sahara dan kekeringan di Amazon — merupakan indikasi nyata dari dampak perubahan iklim yang semakin terasa di seluruh dunia.Lihat Juga :