Gurun Sahara Banjir, Sungai Amazon Kering Kerontang: Ketika Bumi Berputar Balik
Sabtu, 12 Oktober 2024 - 18:31 WIB
Celeste Saulo, sekretaris jenderal Organisasi Meteorologi Dunia, mengatakan bahwa siklus air di seluruh dunia berubah dengan frekuensi yang meningkat.
"Akibat peningkatan suhu, siklus hidrologi telah mempercepat. Ini juga menjadi lebih tidak menentu dan tidak dapat diprediksi, dan kita menghadapi masalah yang semakin besar baik terlalu banyak atau terlalu sedikit air," katanya.
Sahara: Banjir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, kehilangan nyawa, dan gangguan pada aktivitas ekonomi. Meskipun banjir dapat mengisi kembali sumber air tanah, dampak negatifnya lebih besar dalam jangka pendek.
Amazon: Kekeringan telah menyebabkan kebakaran hutan, kehilangan habitat, dan gangguan pada transportasi sungai. Kekeringan juga mengancam keanekaragaman hayati Amazon dan dapat berdampak pada pola cuaca global.
Baca Juga: Sungai dan Laguna Tiba-tiba Muncul di Gurun Sahara yang Tandus
Para ilmuwan memprediksi bahwa peristiwa cuaca ekstrem seperti ini akan menjadi lebih sering dan intens di masa depan karena perubahan iklim. Hal ini mengharuskan kita untuk mengambil tindakan nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim yang tidak dapatdihindari.
"Akibat peningkatan suhu, siklus hidrologi telah mempercepat. Ini juga menjadi lebih tidak menentu dan tidak dapat diprediksi, dan kita menghadapi masalah yang semakin besar baik terlalu banyak atau terlalu sedikit air," katanya.
Dampak dan Ancaman di Masa Depan
Banjir di Sahara dan kekeringan di Amazon memiliki dampak yang merusak bagi lingkungan dan kehidupan manusia.Sahara: Banjir telah menyebabkan kerusakan infrastruktur, kehilangan nyawa, dan gangguan pada aktivitas ekonomi. Meskipun banjir dapat mengisi kembali sumber air tanah, dampak negatifnya lebih besar dalam jangka pendek.
Amazon: Kekeringan telah menyebabkan kebakaran hutan, kehilangan habitat, dan gangguan pada transportasi sungai. Kekeringan juga mengancam keanekaragaman hayati Amazon dan dapat berdampak pada pola cuaca global.
Baca Juga: Sungai dan Laguna Tiba-tiba Muncul di Gurun Sahara yang Tandus
Para ilmuwan memprediksi bahwa peristiwa cuaca ekstrem seperti ini akan menjadi lebih sering dan intens di masa depan karena perubahan iklim. Hal ini mengharuskan kita untuk mengambil tindakan nyata untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan beradaptasi dengan dampak perubahan iklim yang tidak dapatdihindari.
(dan)
Lihat Juga :