Samsung vs China: Persaingan Sengit di Industri Semikonduktor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 18:15 WIB
Samsung terlambat merespons permintaan pasar chip AI yang meningkat pesat. Hal ini membuat mereka lebih mengandalkan chip tradisional dengan margin yang lebih rendah, sehingga lebih rentan terhadap persaingan dari China.
Young Hyun Jun, Wakil Ketua Divisi Solusi Perangkat Samsung Electronics, mengakui tantangan yang dihadapi perusahaan.
"Memang ada kekhawatiran tentang daya saing teknologi (chip) kami. Bahkan beberapa orang berbicara tentang krisis yang dihadapi Samsung. Ini adalah masa-masa ujian,” beber Young Hyun Jun.
Baca Juga: Samsung Klaim Chipset Exynos 2400 di Galaxy S24 Tidak Cepat Panas
Young Hyun Jun, Wakil Ketua Divisi Solusi Perangkat Samsung Electronics, mengakui tantangan yang dihadapi perusahaan.
"Memang ada kekhawatiran tentang daya saing teknologi (chip) kami. Bahkan beberapa orang berbicara tentang krisis yang dihadapi Samsung. Ini adalah masa-masa ujian,” beber Young Hyun Jun.
Baca Juga: Samsung Klaim Chipset Exynos 2400 di Galaxy S24 Tidak Cepat Panas
Penundaan Chip HBM
Samsung menyatakan bahwa selain pendundaan penjualan chip HBM3E high-end mereka, penurunan laba Samsung juga dipengaruhi oleh beberapa faktor. Misalnya, peningkatan pasokan produk "lama" dari pesaing China hingga biaya one-off seperti penyisihan untuk "insentif" dan nilai tukar mata uang lokal yang tidakmenguntungkan.(dan)
Lihat Juga :