Samsung vs China: Persaingan Sengit di Industri Semikonduktor
Selasa, 08 Oktober 2024 - 18:15 WIB
Samsung Electronics menghadapi tantangan yang cukup besar di pasar chip, baik chip konvensional maupun chip AI. Foto: Reuters
JAKARTA - Raksasa teknologi Korea Selatan, Samsung Electronics, terengah-tengah untuk mengikuti persaingan pasar chip AI yang sedang booming. Perusahaan mengumumkan bahwa laba kuartal ketiga mereka akan jauh di bawah ekspektasi pasar, memicu kekecewaan di kalangan investor.
Samsung memperkirakan laba operasional sebesar 9,1 triliun won (Rp105 triliun) untuk tiga bulan yang berakhir 30 September, jauh di bawah perkiraan LSEG SmartEstimate sebesar 10,3 triliun won.
“Pendapatan tersebut mengejutkan dibandingkan dengan apa yang diharapkan banyak analis pada awalnya,” kata Lee Min-hee, seorang analis di BNK Investment & Securities seperti diansir Reuters.
Samsung memperkirakan laba operasional sebesar 9,1 triliun won (Rp105 triliun) untuk tiga bulan yang berakhir 30 September, jauh di bawah perkiraan LSEG SmartEstimate sebesar 10,3 triliun won.
“Pendapatan tersebut mengejutkan dibandingkan dengan apa yang diharapkan banyak analis pada awalnya,” kata Lee Min-hee, seorang analis di BNK Investment & Securities seperti diansir Reuters.
Tantangan di Pasar Chip AI
Samsung menyatakan bahwa kerjasama bisnis chip AI mereka dengan salah satu raksasa teknologi ditunda. Sebaliknya, para pesaing dari China terus meningkatkan pasokan chip konvensional yang berkontribusi pada penurunan pendapatan semikonduktor Samsung.Lihat Juga :