Zuckerberg Geser Bezos! Kekayaan Bos Facebook Meroket Rp3.245 Triliun

Sabtu, 05 Oktober 2024 - 12:35 WIB
Saham Meta menutup perdagangan pada hari Kamis di level tertinggi sepanjang masa, yaitu USD582,77 (Rp9.170.000), naik sekitar 68% dari awal Januari ketika sahamnya diperdagangkan di level UD346,29 (Rp5.450.000).

Antusiasme Investor Dorong Laba Meta

Kenaikan Zuckerberg ke posisi kedua dalam daftar orang terkaya menunjukkan bagaimana kekayaan pribadinya tumbuh seiring dengan antusiasme investor terhadap peningkatan laba Meta tahun ini.

Wall Street terus memberikan apresiasi kepada Meta sepanjang tahun 2024 karena perusahaan secara konsisten melaporkan pendapatan kuartalan yang melampaui perkiraan analis. Pada bulan Juli, Meta mengumumkan bahwa penjualan kuartal keduanya tumbuh 22% menjadi $39,07 miliar (Rp615 triliun), menandai kuartal keempat berturut-turut dengan pertumbuhan pendapatan di atas 20%.

Investasi AI dan Efisiensi Jadi Kunci

Meta menyatakan bahwa investasi besar-besaran dalam kecerdasan buatan (AI) telah membantu meningkatkan kinerja platform periklanan online-nya sebagai alasan utama pertumbuhan penjualan.

Sistem periklanan online perusahaan sempat mengalami kemunduran besar pada tahun 2021 ketika Apple memperkenalkan pembaruan privasi iOS yang melemahkan kemampuan Meta untuk melacak pengguna di web. Pada Februari 2022, Meta menyatakan bahwa perubahan privasi tersebut akan merugikan pendapatan sebesar USD10 miliar (Rp157 triliun).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!