Kejatuhan Apple di China: Ternyata Bukan Salah Huawei!

Rabu, 02 Oktober 2024 - 09:15 WIB
Apple bahkan memangkas harga iPhone 16 di Australia dan India, seolah mengantisipasi permintaan yang lemah.

Harapan di Ujung Tanduk: Kecerdasan Buatan

Jika penyempurnaan hardware tak lagi mampu memikat konsumen, Apple masih punya satu kartu AS: kecerdasan buatan (AI).

“Apple Intelligence” digadang-gadang akan mengintegrasikan kemampuan chatbot AI seperti ChatGPT dan Gemini ke dalam satu perangkat, menawarkan pengalaman pengguna yang lebih lancar dan berpusat pada privasi.

“Namun sayangnya, Apple tidak memiliki model AI sendiri. Mereka akan menyuntikkan teknologi OpenAI ke dalam Siri dan fitur lainnya. Semua fungsi AI akan diproses di perangkat, melindungi privasi data pengguna dan meningkatkan kecepatan pemrosesan. Siri akan menjadi pintar dan mampu mengantisipasi kebutuhan pengguna,” tegas Howard Yu, Professor of Management and Innovation di IMD business school di Swiss dan menjabat sebagai Direktur Riset Center for Future Readiness.

Sayangnya, fitur AI ini tidak akan menyelamatkan Apple di China.

“Sebab, China tidak mengizinkan layanan AI asing seperti ChatGPT. Apple memang berencana bekerjasama dengan Baidu, tetapi model AI lokal masih kalah canggih dibandingkan OpenAI,” beber Howard.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!