Alasan Bangsa Mesir Kuno Berhenti Memumikan Orang Mati Akhirnya Terkuak

Selasa, 01 Oktober 2024 - 17:37 WIB
Seiring berjalannya waktu, teknik mumifikasi menjadi semakin canggih, melibatkan pengangkatan organ dalam, pengeringan tubuh dengan natron, dan pembungkusan jenazah dengan kain linen. Tujuannya jelas: menjaga tubuh dari pembusukan agar kehidupan setelah mati bisa terjamin.

Mumifikasi mencapai puncaknya selama Dinasti ke-21 (1069–945 SM), khususnya pada periode yang dikenal sebagai Periode Menengah Ketiga.

Pada masa itu, fragmentasi politik Mesir menyebabkan meningkatnya peran penting praktik keagamaan, dengan pendeta, terutama pendeta Amun, memainkan peran sentral dalam masyarakat.

Dengan meningkatnya pengaruh Kristen di Mesir, banyak tradisi dan praktik pagan, termasuk mumifikasi, mulai ditinggalkan.

Kristen membawa pandangan baru tentang kehidupan setelah kematian yang tidak lagi memerlukan tubuh fisik untuk diabadikan.

Sebagai hasilnya, banyak orang yang berpindah keyakinan mulai menguburkan jenazah dengan cara yang lebih sederhana.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!