Mikroplastik di Otak Manusia: Ancaman Tersembunyi yang Mengerikan!

Selasa, 17 September 2024 - 07:55 WIB

Penemuan Mikroplastik dalam Jaringan Otak

Tim Mauad mengambil sampel jaringan olfactory bulb dari 15 mayat orang yang meninggal antara usia 33 dan 100 tahun. Sampel dari delapan mayat mengandung mikroplastik - potongan kecil plastik yang ukurannya berkisar antara 5,5 mikrometer hingga 26,4 mikrometer.

Secara total, para peneliti menemukan 16 serat dan partikel plastik di jaringan tersebut. Yang terkecil lebih tipis dari diameter sel darah merah manusia, yang berukuran sekitar 8 mikrometer. Jenis plastik yang paling umum mereka temukan adalah polypropylene, diikuti oleh polyamide, nilon, dan polyethylene vinyl acetate.

Sumber Mikroplastik

"Propilena ada di mana-mana, di furnitur, karpet, pakaian," kata Mauad. "Kita tahu tempat kita paling banyak terpapar partikel adalah di dalam ruangan, karena semua rumah kita penuh dengan plastik."

Matthew Campen, seorang ahli toksikologi di University of New Mexico yang telah mempelajari mikroplastik di otak, mengatakan bahwa keberadaan mikroplastik di olfactory bulb "unik tetapi tidak terlalu mengejutkan."

"Hidung adalah titik pertahanan utama untuk mencegah partikel dan debu masuk ke paru-paru," tulis Campen dalam email. "Jadi melihat beberapa plastik di sistem olfaktorius, terutama mengingat bagaimana mereka ditemukan di tempat lain di tubuh, sepenuhnya wajar."

Baca Juga: Mikroplastik Ditemukan di Gua yang Telah Ditutup Selama 3 Dekade
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!