Sisa-sisa Narkoba Ditemukan di Otak Mumi dari Abad 17

Minggu, 01 September 2024 - 08:19 WIB
Metode Penelitian:

Jenazah dikumpulkan oleh arkeolog yang memakai peralatan pelindung, dan otak dimasukkan ke dalam stoples tertutup dan steril. Ini bertujuan untuk mencegah kontaminasi dan memastikan bahwa sampel tetap utuh.

Tim ahli toksikologi, termasuk Gaia Giordano dari Universitas Milan, melakukan analisis laboratorium pada sampel otak menggunakan teknik seperti kromatografi cair dan spektrometri massa.

Teknik ini sangat sensitif dan dapat mendeteksi jejak molekul obat meskipun dalam konsentrasi sangat rendah.

Peneliti juga memeriksa lingkungan di sekitar situs pemakaman untuk memastikan bahwa jejak kokain tidak berasal dari kontaminasi modern. Hasil yang menunjukkan tidak adanya kokain di lingkungan sekitar mendukung klaim bahwa jejak kokain memang berasal dari jenazah itu sendiri.
(wbs)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!