Misteri Kematian 10 Miliar Kepiting Salju di Alaska Terpecahkan
Minggu, 25 Agustus 2024 - 20:40 WIB
Lapisan air yang hampir beku tersebut bertindak sebagai penghalang terhadap predator, yang memungkinkan kepiting muda untuk berkembang dengan tenang.
Namun, kolam dingin ini menyusut dengan cepat, sehingga populasinya sangat tertekan. Suhu yang menghangat menyebabkan lingkungan mereka mengalami proses borealisasi, yaitu peralihan dari kondisi Arktik ke kondisi boreal yang biasanya terlihat di wilayah utara dengan hutan konifer.
"Yang perlu diperhatikan secara khusus adalah kondisi boreal yang terkait kematian kepiting salju lebih dari 200 kali lebih mungkin terjadi pada iklim saat ini," kata Mike Litzow, penulis utama dan direktur Kodiak Lab di Alaska Fisheries Science Center, dalam sebuah pernyataan.
"Yang lebih memprihatinkan adalah kondisi Arktik. Kemampuan kepiting salju untuk mempertahankan peran dominannya di tenggara Laut Bering diperkirakan akan terus menurun di masa mendatang,” kata Litzow.
Namun, kolam dingin ini menyusut dengan cepat, sehingga populasinya sangat tertekan. Suhu yang menghangat menyebabkan lingkungan mereka mengalami proses borealisasi, yaitu peralihan dari kondisi Arktik ke kondisi boreal yang biasanya terlihat di wilayah utara dengan hutan konifer.
"Yang perlu diperhatikan secara khusus adalah kondisi boreal yang terkait kematian kepiting salju lebih dari 200 kali lebih mungkin terjadi pada iklim saat ini," kata Mike Litzow, penulis utama dan direktur Kodiak Lab di Alaska Fisheries Science Center, dalam sebuah pernyataan.
"Yang lebih memprihatinkan adalah kondisi Arktik. Kemampuan kepiting salju untuk mempertahankan peran dominannya di tenggara Laut Bering diperkirakan akan terus menurun di masa mendatang,” kata Litzow.
(wbs)
Lihat Juga :