Riset Terbaru Ungkap Ternyata Bumi Bukan Memiliki 7 Benua

Jum'at, 16 Agustus 2024 - 11:22 WIB
Batas tektonik ini, yang dibentuk oleh lempeng Amerika Utara dan Eurasia, diperkirakan telah memicu munculnya gumpalan mantel panas yang akhirnya menciptakan pulau itu.

Namun, dengan menganalisis gerakan tektonik secara cermat di seluruh Benua Afrika, Phethean dan rekan-rekannya telah menantang teori ini dan mengajukan ide baru yang radikal.

Mereka berpendapat bahwa Islandia, bersama dengan Greenland Iceland Faroes Ridge (GIFR), mengandung fragmen geologis dari lempeng tektonik Eropa dan Amerika Utara.

Ini, kata mereka, menunjukkan bahwa wilayah-wilayah ini bukanlah bentuk lahan yang terisolasi, seperti yang diperkirakan sebelumnya: mereka adalah bagian-bagian yang saling berhubungan dari struktur benua yang lebih besar.

Para ilmuwan bahkan telah menciptakan istilah “Rifted Oceanic Magmatic Plateau” (ROMP) untuk menggambarkan fitur geologi baru ini, yang dapat memiliki implikasi mendasar bagi cara kita memahami pembentukan dan pemisahan benua-benua Bumi.

Sesungguhnya, begitu pentingnya hal tersebut sehingga Phethean menggambarkan penemuan tersebut sebagai padanan Ilmu Bumi untuk menemukan Kota Atlantis yang Hilang.

Hal ini, katanya, karena dia dan rekan-rekannya telah mengungkap “pecahan-pecahan benua yang hilang yang tenggelam di bawah laut dan aliran lava tipis sepanjang beberapa kilometer.”

Lebih jauh, para peneliti telah menemukan kesamaan yang mencolok antara Islandia dan wilayah vulkanik Afar di Afrika.

Dan jika penelitian mereka terbukti akurat, ini berarti bahwa Benua Eropa dan Amerika Utara masih dalam proses pemisahan dan, oleh karena itu, masih saling terkait.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!