Teknologi AI Deepfake Akan Membuat Sulit Bedakan Manusia dan Robot

Minggu, 21 Juli 2024 - 14:12 WIB
Namun, karena potensi penyalahgunaan yang besar, seperti pemalsuan identitas suara atau peniruan identitas, Microsoft memutuskan untuk tidak merilis VALL-E 2 ke publik.

OpenAI, sebuah lab penelitian AI, telah mengembangkan robot humanoid yang dapat belajar dan beradaptasi dengan lingkungannya.

Robot ini, bernama Dactyl, sangat terampil dalam memanipulasi benda-benda kecil dan dapat menyelesaikan tugas-tugas kompleks seperti membuka kunci dan memecahkan teka-teki.

Meskipun Dactyl memiliki potensi untuk digunakan dalam berbagai aplikasi yang bermanfaat, seperti membantu orang dengan disabilitas atau melakukan pekerjaan berbahaya, ada juga kekhawatiran bahwa robot ini dapat digunakan untuk tujuan jahat, seperti mencuri atau melukai orang.

Penting untuk menyadari potensi manfaat dan risiko AI. Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa AI dikembangkan dan digunakan secara bertanggung jawab, sehingga dapat memberikan manfaat bagi seluruh umat manusia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!